Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang mengusulkan pembangunan SPBU satu harga di wilayah Amfoang dan Semau ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah itu dilakukan di tengah persiapan Amfoang menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan keterbatasan BBM masih menjadi kendala di wilayah Amfoang. Karena itu, Pemkab Kupang terus mendorong pembangunan fasilitas pendukung, termasuk SPBU satu harga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah bersurat ke Kementerian ESDM agar penambahan SPBU. Bukan hanya di Amfoang, tapi juga termasuk Semau juga. Jadi kami usul supaya adanya pembangunan SPBU satu harga di sana yang bisa menolong masyarakat," ungkap Yosef Lede, Jumat (29/5/2026) di Kupang.
Yosef menegaskan Pemkab Kupang tetap mempersiapkan Amfoang menjadi DOB meski pemerintah pusat masih dalam masa moratorium pemekaran daerah. Menurutnya, salah satu syarat utama DOB adalah kesiapan fasilitas dasar dan infrastruktur yang memadai.
"Kami terus kerjakan secara baik. Kita hormati masih ada moratorium, tetapi bukan berarti kita tidak terus bekerja untuk bagaimana mempersiapkan Amfoang menjadi Daerah Otonomi baru," kata Yosef Lede, Jumat (29/5/2026) di Kupang.
Yosef Lede menegaskan Pemkab Kupang terus berkoordinasi dengan Pemprov NTT untuk melengkapi berbagai syarat DOB, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga fasilitas umum.
"Kami terus mendukung, mana yang menjadi syarat-syarat yang diminta kami terus penuhi, lengkapi sekaligus kami juga terus berjuang untuk adanya pembangunan di Amfoang sebagai daerah persiapan," katanya.
Selain mengusulkan SPBU satu harga, Yosef mengaku telah meminta bantuan Ketua DPD Golkar NTT Alain Niti Susanto yang memiliki usaha pelayaran untuk membantu distribusi BBM ke wilayah terpencil di Amfoang.
"Terkait kelangkaan BBM, kami berupaya agar ini bisa teratasi dengan baik. Kami lagi minta Alain Niti Susanto yang punya usaha pelayaran dan saya sudah menandatangani itu untuk membantu penyaluran BBM melalui kapal-kapalnya," pungkasnya.