Puskesmas Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), membeberkan kronologi pegawai kecamatan bernama Wempi Kebo (29), digigit anjing yang diduga terinfeksi rabies hingga meninggal.
Wempi merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menjabat sebagai tenaga administrasi di sekretariat Kecamatan Amfoang Tengah.
"Ya diduga begitu (meninggal karena rabies sekitar pukul 17.40 Wita kemarin," ujar Kepala Puskesmas Soliu, Ana Nenabu, saat dihubungi detikBali, Minggu (24/5/2026).
Ana menuturkan kasus tersebut terungkap setelah petugas medis Puskesmas Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, melaporkan kejadian tersebut ke Puskesmas Soliu pada Kamis (21/5/2026) malam lantaran Wempi sudah menunjukan gejala rabies.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim penanggungjawab penanggulangan rabies Puskesmas Soliu langsung mendatangi rumah Wempi di Desa Saukibe, Kecamatan Amfoang Barat Laut, untuk mengecek keesokan harinya.
Menurut Ana, setelah dicek dan didata, baru ketahuan Wempi digigit dua kali oleh anjing. Yakni, pertama digigit di betis bagian kiri oleh anjing yang diduga milik seorang guru di Desa Oelfatu pada 23 Februari 2026. Anjing tersebut dilaporkan sudah mati setelah menggigit Wempi.
Selanjutnya, gigitan kedua itu di bagian bokong kiri oleh anjing miliknya. Kasus itu terjadi pada 14 Mei 2026 di rumahnya saat sedang menggendong anaknya. Anjing tersebut hingga saat ini masih ada.
"Soal gigitan ini juga masih simpang siur karena kemarin kami tanya dia waktu kunjungan ke rumahnya bilang gigitan pertama pada 23 Januari 2026. Setelah dia meninggal, kami konfirmasi lagi tentang kejadian gigitannya, keluarga bilang itu tanggal 23 Februari 2026," tutur Ana.
Simak Video "Video Kemenkes: 105 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT, 185 Ribu Jiwa Mengungsi"
(hsa/hsa)