detikBali

Bos Travel Tipu Turis di Labuan Bajo Ditangkap Usai BAB

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bos Travel Tipu Turis di Labuan Bajo Ditangkap Usai BAB


Ambrosius Ardin - detikBali

Pemilik agen travel terduga penipuan wisatawan di Labuan Bajo Kristoforus Aman alias Itok Aman tiba di Polres Manggarai Barat, NTT, Selasa (20/10/2026).
Pemilik agen travel terduga penipuan wisatawan di Labuan Bajo Kristoforus Aman alias Itok Aman tiba di Polres Manggarai Barat, NTT, Selasa (20/10/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Manggarai Barat -

Bos agen travel 'Labuan Bajo Top', Kristoforus Aman alias Itok Aman (32), ditangkap polisi usai keluar dari toilet rumah keluarganya di Desa Ketang, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Itok Aman ditangkap setelah lebih dari dua bulan menjadi buronan dalam kasus dugaan penipuan wisatawan.

Itok Aman ditangkap personel Resmob Satreskrim Polres Manggarai Timur pada Senin (19/10/2026) sore. Saat itu, polisi berpakaian preman menyergap Itok Aman saat keluar dari toilet usai buang air besar (BAB).

"(Ditangkap saat) di kamar mandi lagi BAB," kata Kasatreskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Selasa (20/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditangkap, Itok Aman hanya memakai celana pendek dan tidak mengenakan baju. Dia kemudian diborgol dan matanya ditutup lakban sebelum dibawa ke Polres Manggarai Timur.

ADVERTISEMENT

Zacky mengatakan Itok Aman berpindah-pindah tempat selama dua bulan lebih untuk menghindari kejaran polisi.

"Pindah-pindah supaya susah terlacak," ujar Zacky.

Keberadaan Itok Aman akhirnya diketahui melalui informan polisi atau cepu. Dalam video penangkapan, polisi terlihat memiting Itok Aman hingga menelungkupkan badannya di jalan raya. Tangannya kemudian diborgol dan dia diangkat dengan polisi memegang tangan serta kakinya.

Video lainnya memperlihatkan Itok Aman sudah berada di dalam mobil dengan mata ditutup lakban hitam dan tangan tetap diborgol.

Dilaporkan Turis Italia dan China

Itok Aman sebelumnya dilaporkan tiga turis Italia ke Polres Manggarai Barat pada 12 Agustus lalu atas dugaan penipuan paket wisata senilai Rp 79,8 juta.

Saat masih dalam pengejaran polisi, Itok Aman kembali dilaporkan menipu tiga turis China pada akhir September lalu. Nilai kerugiannya Rp 7,65 juta.

Sebelumnya, Itok Aman juga pernah ditetapkan sebagai tersangka penipuan rombongan wisatawan Malaysia dan Singapura senilai Rp 85,2 juta. Dia ditahan selama 48 hari sejak 10 Mei 2026.

Pada akhir Juni 2026, Itok Aman dibebaskan setelah kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (damai) setelah membayar kerugian wisatawan.

Sekitar 1,5 bulan setelah dibebaskan, Itok Aman kembali dilaporkan atas dugaan penipuan terhadap turis Italia dan kemudian turis China.

Itok Aman kemudian dijemput personel Resmob Satreskrim Polres Manggarai Barat dari Polres Manggarai Timur dan tiba di Polres Manggarai Barat pada Selasa (20/10) sore.

Itok Aman tiba dengan tangan diborgol, mengenakan celana pendek dan kaos putih. Rambutnya sudah digundul.

Kasatreskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan sejak laporan terhadap Itok Aman diterima.

"Terkait penangkapan Itok Aman ini, kami memang sudah melakukan penyelidikan dari bulan Agustus karena laporan polisi ini terbit di tanggal 13 Agustus," kata Lufthi.

"Kami amankan di Manggarai Timur bekerja sama dengan Polres Manggarai Timur kemudian kami bawa ke sini untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga akan menghubungi korban untuk koordinasi aktif karena korban sekarang sudah berada di Italia," imbuh dia.

Lufthi mengatakan penyidik kini melakukan pendalaman perkara dan berkoordinasi dengan Kejaksaan.

"Kami sekarang melakukan pendalaman untuk selanjutnya nanti kita akan koordinasi dengan Kejaksaan agar supaya berkas kasus ini lancar," ujar Lufthi.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads