detikBali

Pemprov NTB Buka Aduan bagi PMI yang Dipaksa Layani 450 Pria di Arab Saudi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemprov NTB Buka Aduan bagi PMI yang Dipaksa Layani 450 Pria di Arab Saudi


Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali

Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka layanan atau hotline aduan untuk keluarga dua pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengaku dipaksa melayani 450 pria hidung belang dalam sebulan di Arab Saudi. Namun, belum ada masyarakat yang mengadukan hal tersebut ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

"Karena kan selama ini kalau ada kejadian di luar negeri, kami hubungi kedutaannya. Misalnya di Taiwan, Hongkong atau Arab Saudi. Nah kami juga sudah membuka layanan aduan, tetapi belum ada masuk aduan," kata Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Furqan menjelaskan Disnakertrans NTB telah menghubungi salah satu akun sosial media (medsos) yang pertama kali mengunggah video pengakuan kedua PMI tersebut. Hasil penelusuran, pemilik akun berasal dari Jawa Barat (Jabar).

"Kami sudah lacak akun ini dari Jawa Barat, tetapi dia tidak menjawab, tidak merespons. Kami sudah menghubungi Kemenlu, sampai hari ini, sudah seminggu ini kami tidak dapat data, tidak dapat informasi valid," kata Mantan Kepala Dinas Pendidikan NTB itu.

ADVERTISEMENT

Biasanya, Furqan berujar, jika ada peristiwa-peristiwa nahas yang dialami PMI, tetap ada pengaduan yang masuk, Baik dari kedutaan, Kemenlu hingga pihak perusahaan atau agen yang memberangkatkan korban.

"Kami menunggu saja sembari mengimbau masyarakat tidak percaya dan tertarik dengan iming-iming kerja yang tidak jelas. Kami minta supaya aman pakai sistem prosedur kerja," tegas Furqan.

Kejadian yang dialami kedua PMI tersebut, tutur Furqan, sudah jelas berangkat bekerja ke Arab Saudi melalui jalur-jalur unprocedural. Jika berangkat secara prosedur, biasanya perusahaan yang memberangkatkan korban tercatat dalam sistem di Disnakertrans NTB.

"Artinya yang unprocedural, hindarilah. Karena yang prosedural itu, kami pastikan tidak akan meleset. Kalau ada meleset, pasti dijamin oleh perusahaan," tegas Furqan.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Ponco Indriyo, mengaku belum menerima aduan dari keluarga dua PMI asal NTB yang viral karena mengaku dipaksa melayani 15 pria hidung belang oleh majikannya di Arab Saudi.

"Sampai hari ini, kami belum ada menerima pengaduan dari pihak keluarga. Biasanya kan yang sembunyi-sembunyi pasti ada info dari keluarga, tetapi ini belum ada," kata Ponco.




(iws/iws)










Hide Ads
LIVE