Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Ponco Indriyo, mengaku belum menerima aduan dari keluarga dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB yang viral karena mengaku dipaksa melayani 15 pria hidung belang oleh majikannya di Arab Saudi.
"Sampai hari ini, kami belum ada menerima pengaduan dari pihak keluarga. Biasanya kan yang sembunyi-sembunyi pasti ada info dari keluarga. Tapi ini belum ada," kata Ponco dihubungi detikBali, Rabu (6/5/2026).
Ponco mengatakan BP3MI terus menelusuri identitas kedua PMI yang disebut-sebut berasal dari Bumi Gora tersebut. Penelusuran dilakukan setelah video pengakuan keduanya viral di media sosial Instagram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya sampai sekarang kami menelusuri yang bersangkutan. Kami juga sudah mencoba mention yang mengambil video tapi tidak ada respon," ujar Ponco.
Menurutnya, sejumlah akun yang menyebarkan video itu juga belum bisa memberikan informasi pasti terkait identitas kedua perempuan tersebut.
"Jadi kami belum bisa dikatakan benar dan tidak. Apakah keduanya dari NTB atau tidak," tukas Ponco.
Koordinasi dengan KBRI dan Kemenlu
BP3MI NTB saat ini berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keberadaan kedua PMI tersebut.
Namun hingga kini, belum ada informasi valid yang berhasil dihimpun.
"KBRI dan Kemenlu juga masih menelusuri. Kami masih terus berkomunikasi dengan KBRI dan Kemenlu di Jakarta. Kalau sudah ada info itu, tindaklanjut terkait alamat mereka nanti kita kabari," ujarnya.
Meski identitas belum dipastikan, Ponco menyampaikan empati terhadap kondisi yang dialami kedua perempuan tersebut.
"Kita empati sekali ya. Semoga baik-baik saja," tandasnya.
Sebelumnya, dua pekerja migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Arab Saudi. Keduanya mengaku dijual untuk kegiatan prostitusi.
Dari video pengakuan yang beredar di media sosial, mereka mengaku harus melayani hingga 450 pria hidung belang dalam sebulan.
Video tersebut diunggah akun @bisikanneti di Instagram pada Rabu (29/4/2025) dan kembali viral.
"Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampai target nggak dapat gaji," kata wanita itu dengan nada ketakutan, dilihat detikBali dari video yang viral, Senin (4/5/2026).
Dalam pengakuannya, korban menyebut berangkat ke Arab Saudi setelah diiming-imingi pekerjaan oleh seorang pekerja lapangan berinisial N, perempuan. Setibanya di Arab Saudi, keduanya bertemu dengan perempuan berinisial Z.
"Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal," kata wanita tersebut seperti dalam video yang dilihat detikBali.