detikBali

Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Berturut-turut? Ini Penjelasannya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Berturut-turut? Ini Penjelasannya


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Ilustrasi Puasa Syawal 6 Hari
Ilustrasi Puasa. Foto: Khats Cassim/Pexels
Denpasar -

Puasa Dzulhijjah 1447 Hijriah dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1447 H, momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan ini memiliki banyak keutamaan yang dapat menjadi ladang pahala menjelang Hari Raya Idul Adha. Oleh karena itu, puasa Dzulhijjah termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada periode 1 hingga 9 Dzulhijjah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, masih banyak orang yang mempertanyakan apakah puasa ini wajib dilakukan selama sembilan hari berturut-turut atau terdapat ketentuan khusus yang perlu dipahami.

Berikut penjelasan mengenai ketentuan waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah agar ibadah dapat dijalankan dengan baik. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

ADVERTISEMENT

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026

Dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional, berikut rincian jadwal puasa Dzulhijjah 2026 yang dapat dijadikan sebagai panduan oleh masyarakat:

• 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
• 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
• 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
• 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
• 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
• 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
• 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
• 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
• 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah

Dalam ajaran Islam, puasa Dzulhijjah pada dasarnya dapat dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Di sisi lain, menurut keterangan para ulama, puasa 9 hari penuh di awal Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena merujuk pada kebiasaan mulia Rasulullah.

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits:

"Rasulullah biasa berpuasa pada sembilan hari Dzulhijjah, pada hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan." (HR. Abu Dawud)

Berdasarkan keterangan tersebut, dapat dipahami bahwa puasa Dzulhijjah hukumnya sunnah, sehingga akan mendapatkan pahala bagi yang menjalankannya, namun tidak berdosa apabila tidak dikerjakan.

Tidak ada kewajiban khusus dalam syariat yang mewajibkan puasa Dzulhijjah dilakukan secara penuh dan berurutan. Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakan puasa hanya pada sebagian hari dari sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Dilansir dari Nahdlatul Ulama Online, puasa di bulan Dzulhijjah, khususnya pada sembilan hari pertamanya, memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan puasa pada hari-hari biasa.

Hal ini dikarenakan bulan Dzulhijjah merupakan salah satu waktu yang sangat dimuliakan dalam Islam dan disebut sebagai hari-hari terbaik untuk melakukan kebaikan.

Adapun beberapa keutamaan yang dijanjikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang mampu melaksanakan ibadah sunnah puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut:

1. Pahala Berlimpah

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi agama. Meskipun hukumnya sunnah, puasa Dzulhijjah menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk meraih pahala berlimpah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya: "Tiada ada hari lain yang disukai Allah swt untuk beribadah seperti sepuluh hari ini" (HR At-Tirmidzi).

2. Pengampunan Dosa

Tidak hanya mendapatkan pahala, puasa Dzulhijjah juga dapat memberikan ampunan serta penghapusan dosa-dosa kecil bagi umat Islam yang menjalaninya dengan penuh iman dan keikhlasan.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. (HR Muslim).

3. Dijauhkan dari Api Neraka

Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan besar sebagai hari pembebasan dari siksa neraka. Pada kesempatan ini, Allah SWT memberikan ampunan yang luas kepada hamba-Nya untuk memberi pertolongan dari siksa api neraka.
Itulah ulasan mengenai ketentuan waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah beserta keutamaannya. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(nor/nor)










Hide Ads