Cuaca ekstrem mulai melanda Madinah, Arab Saudi, saat ratusan jemaah haji asal Kota Mataram bersiap berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pun mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih.
"Kami sudah berkomunikasi (petugas di Makkah) bahwa situasi di Madinah sudah mulai padat, karena banyak Jemaah berdatangan. Iklim sudah mulai cukup panas, dan tadi malam kami dipesan agar para jemaah bisa menjaga Kesehatan dengan baik," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana seusai melepas 393 jemaah kloter 10, Minggu (3/5/2026).
"Kami imbau agar jemaah perbanyak minum air putih, istirahat yang cukup dan tetap menggunakan masker. Karena nanti bapak ibu jemaah haji akan banyak kegiatan yang dijalani disana," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohan juga mengimbau agar seluruh jemaah haji asal Mataram selalu berkomunikasi dengan para ketua kloter selama beribadah di Tanah Suci.
"Jaga betul ketertiban, kedisiplinan, dan yang paling penting harus tetap berkomunikasi dengan ketua kloter. Tolong ingat pesan saya, komunikasi harus dijaga baik selama di Madinah nanti. Kami harap para jemaah bisa kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat. Dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga," tandasnya.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok, kloter 10 asal Kota Mataram mulai memasuki asrama pada Minggu (3/5/2026) dan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Senin (4/5/2026) pukul 04.50 Wita. Total jemaah mencapai 393 orang, terdiri atas 388 jemaah, 4 petugas kloter, dan 1 orang PHD.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, melarang seluruh jemaah haji membuat konten di media sosial (medsos) selama beribadah di Makkah atau Madinah, Arab Saudi. Larangan itu disampaikan agar seluruh jemaah dapat beribadah dengan khusyuk.
"Tentu agar jemaah-jemaah kita benar-benar secara khusyuk melaksanakan ibadah, hindari hal-hal yang kurang bermanfaat, kurang penting, terutama juga membuat konten-konten di tempat-tempat ibadah," katanya.
Larangan membuat kontren di tempat ibadah selama pelaksanaan haji, Amin berujar, juga telah dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Jika melanggar, jemaah terancam sanksi tegas.
"Jadi tidak diperkenankan, akan mendapat sanksi yang tegas. Selain sanksi, akan dikenakan denda," tegasnya.
(dpw/dpw)










































