detikBali

Diduga Demensia, Jemaah Haji Asal NTB Nyasar ke Kuburan di Arab Saudi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Diduga Demensia, Jemaah Haji Asal NTB Nyasar ke Kuburan di Arab Saudi


Ahmad Viqi - detikBali

Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram Ferry Wardhana ditemui di Asrama Haji Embarkasi Lombok di Mataram, Jumat (1/5/2026).
Foto: Ketua Tim Kerja IV BKK Kelas 1 Mataram Ferry Wardhana ditemui di Asrama Haji Embarkasi Lombok di Mataram, Jumat (1/5/2026). (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Beberapa orang jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersasar saat berada di Arab Saudi. Diduga, mereka mengalami demensia yang kambuh dan kondisinya diperparah oleh faktor cuaca Arab Saudi. Bahkan, ada jemaah tak mau kembali ke penginapan dan hanya ingin berjalan-jalan. Di antaranya ada yang tersasar ke kuburan.

Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram Ferry Wardhana, membenarkan kabar itu. Video jamaah tersasar di Arab Saudi tersebut telah diterima dari petugas haji di Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi emang panas juga di sana dan berdebu. Jadi ada jemaah kita dari Bima sudah berangkat itu banyak yang tersasar. Saya sudah lihat videonya," kata Ferry di Asrama Haji Embarkasi Lombok di Mataram, Jumat (1/5/2026).

Beberapa jemaah yang nyasar tersebut, Ferry berujar, diduga kelelahan. Mereka masih dicari oleh petugas haji di Arab Saudi. "Kami nggak tahu sekarang lagi di mana. Ini mungkin udah pikun ya. Jadi ada juga yang ke kuburan di sana bahkan ada yang nggak mau kembali ke penginapan, mau jalan-jalan terus," cerita Ferry.

ADVERTISEMENT

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, tutur Ferry, jemaah yang tersasar ini saat diperiksa di Asrama Haji Embarkasi Lombok sudah memenuhi istithaah (syarat berhaji) termasuk kondisi kesehatan yang membaik. Kuat dugaan mereka mengalami demensia akut karena kelelahan setiba di Tanah Suci.

"Di sini (Indonesia) kondisinya stabil, dia nggak terlihat kalau dia ada demensia di sini. Di statusnya pun nggak kelihatan kalau dia ada demensia. Cuman dia tidak terkontrol. Iya, jadi di sana karena lelah terus jalan ke kuburan, dehidrasi terus kemudian ketemu orang banyak," ujarnya.

Cuaca di Arab Saudi juga, tutur Ferry, bisa memperparah kondisi para jemaah. Hal itu bisa menjadi pemicu munculnya gejala demensia ke jemaah lanjut usia (lansia). "Sekarang udah stabil lagi? Yang ini saya masih belum tahu. Kan dimensia itu bisa sembuh. Yang tidak bisa sembuh itu adalah gejala akutnya tadi," katanya.

Dari 2.722 jemaah NTB yang tiba di Madinah dan Makkah, Ferry menjelaskan, rata-rata mengalami kendala cuaca yang terik. Bahkan, beberapa jemaah mengalami penurunan nafsu makan karena makanan di Arab Saudi berbeda dengan makanan di Tanah Air.

"Kendala lingkungan panas, berdebu. Terus kemudian kendala tempat karena ke tempat yang baru jadi banyak yang tersasar dan ada juga kendala makanan karena di sana beda. Jadi makanan kurang terasa di sana. Di sini kan pedes. Itu bikin mereka kurang nafsu makan," tandas Ferry.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB Lalu Muhammad Amin menjelaskan berdasarkan laporan petugas di Tanah Suci, suhu saat ini di Arab Saudi menembus 40 derajat Celsius. "Rata-rata jamaah kita dalam kondisi sehat dan terus melakukan proses-proses ibadahnya di Tanah Suci. Tapi tentu ada saja dari masing-masing kloter itu yang mengalami penurunan kesehatan karena kecapekan," kata Amin.

Perjalanan udara dari Lombok ke Tanah Suci membutuhkan waktu nyaris 20 jam perjalanan. Hal itu membutuhkan tenaga dan fisik yang stabil.

"Oleh karena itu, kami juga menghimbau kepada seluruh jamaah haji kita yang akan berangkat benar-benar menjaga stamina, menjaga kesehatan, fisik. Jangan sampai kesehatannya menurun, jangan terlalu capek, jangan kelelahan, agar nanti di dalam perjalanannya lancar, tidak ada kendala," ujarnya.

Amin memastikan, seluruh jemaah haji NTB menginap di hotel dekat dengan Masjidil Haram. Hal ini akan memudahkan mobilisasi jamaah yang ingin menuju ke Makkah.

"Tidak terlalu jauh, apalagi nanti karena semua jamaah kita itu akan ditempatkan di satu hotel namanya Luqluah. Hotel itu sangat dekat dengan Jamaroh, kemudian juga tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram," tandasnya.

Amin juga memastikan pihak hotel telah menyiapkan mobilisasi para jamaah mulai dari pemberangkatan dari hotel yang akan menuju ke Masjidil Haram selama 24 jam. Selain itu, Kementerian Haji telah memiliki layanan Haji dan Umrah Store untuk memenuhi kebutuhan seluruh jamaah.

"Ya seperti oleh-oleh dan sebagainya. Nanti dari situ tidak perlu harus bawa barang-barang yang berat dari sana. Jadi dengan melalui satu aplikasi itu sudah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan jemaah itu, apalagi untuk oleh-oleh jemaah saat kembali ke Tanah Air," tandas Amin.




(hsa/hsa)











Hide Ads