Menjelang ajang lari lintas alam (trail run) Rinjani 100, penginapan di Sembalun, Lombok Timur, ludes terpesan. Peserta kesulitan mendapatkan kamar karena tingginya permintaan.
"Harus dari jauh-jauh hari kalau mau pesan penginapan. Tapi ini ada tambahan keluarga yang ikut datang ke sini (Sembalun), makanya sampai saat ini saya masih mencari. Agak susah juga dapat kamar, karena semuanya sudah full," kata Ratih (29), salah seorang peserta asal Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).
Ratih menuturkan, ia telah tiba di Lombok sejak sehari sebelumnya dan sudah memiliki penginapan. Namun, kedatangan anggota keluarganya yang menyusul membuat ia harus mencari kamar tambahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya kemarin saya sampai disini dan sudah ada penginapan saya. Mau cari kamar tambahan tetapi sudah full semua," ujarnya.
Resil, salah seorang pemilik penginapan di Sembalun, mengaku tempatnya telah dipesan penuh oleh peserta maupun pengunjung ajang Rinjani 100. Pemesanan bahkan sudah menutup untuk periode 1 hingga 4 Mei 2026.
"Sudah full, semuanya telah di booking, mulai dari 1 hingga 4 Mei besok. Tamu ditempat kami ada yang jadi peserta Rinjani 100 dan pengunjung biasa juga ada" ucap Resil.
Hal senada disampaikan Hendiawan, pemilik penginapan lainnya di Sembalun. Dari total 18 kamar yang dimiliki, seluruhnya telah terisi. Ia bahkan harus mengalihkan calon tamu ke penginapan lain.
"Ada 18 kamar ditempat saya, semuanya telah terisi. Makanya kalau ada yang nelpon saya, saya alihkan ke penginapan milik teman yang lain," kata Hendiawan.
Race Director FoneSport Dian Sukmara mengatakan tingkat hunian di Sembalun yang penuh menjadi indikator meningkatnya kunjungan pada ajang Rinjani 100.
"Misalkan hunian bisa di kita cek bahwa hunian di Sembalun itu cukup penuh. Tentunya dengan indikator tersebut bisa kita lihat bahwa tingkat kunjungan semakin tinggi ke Sembalun," ujarnya.
Menurutnya, dampak ajang ini tidak hanya dirasakan sektor penginapan, tetapi juga pelaku usaha lain seperti rumah makan.
Selain itu, Dian menambahkan masyarakat lokal turut dilibatkan dalam seluruh proses penyelenggaraan ajang tersebut, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
"Masyarakat Sembalun dan sekitarnya untuk terlibat dalam proses lomba ini dengan beberapa tugas yang memang menjadi bagian-bagian dari proses lomba. Mereka bahkan sudah bekerja dari 2 minggu yang lalu, artinya sampai sekarang masih ada," imbuhnya.
(dpw/dpw)










































