detikBali

Peserta Rinjani 100 Mulai Datang ke Sembalun, Genjot Latihan hingga Ratusan Km

Terpopuler Koleksi Pilihan

Peserta Rinjani 100 Mulai Datang ke Sembalun, Genjot Latihan hingga Ratusan Km


Sanusi Ardy W - detikBali

Para peserta Rinjani 100, mulai berdatangan untuk melakukan registeasi di venue utama Hotel Nusantara, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Kamis (30/4/2026). foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Para peserta Rinjani 100, mulai berdatangan untuk melakukan registeasi di venue utama Hotel Nusantara, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Kamis (30/4/2026). foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Para peserta ajang lari lintas alam (trail run) Rinjani 100 dari berbagai belahan dunia mulai berdatangan ke Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyelenggara pastikan persiapan telah rampung.

Pantauan detikBali, sejumlah peserta dari dalam negeri maupun mancanegara mulai berdatangan ke venue utama Rinjani 100 di Hotel Nusantara, Sembalun. Mereka terlihat datang untuk melakukan registrasi dan juga pengambilan logistik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Race Director FoneSport Dian Sukmara mengatakan saat ini sedang berlangsung proses registrasi ulang para peserta. Selain itu, mereka juga mengambil peralatan yang telah disediakan oleh penyelenggara.

"Saat ini sedang proses pendataan peserta, mereka mengambil tanda kepesertaan, sehingga kami bisa tahu database secara real berapa jumlah orang yang datang di ajang Rinjani 100 ini. Jadi mereka registrasi ulang sambil kami cek kebutuhan pribadinya apa saja ketika mengikuti lomba," ucap Dian, ditemui detikBali, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Saat ini, para peserta yang telah melakukan registrasi ulang mencapai 20 persen yang didominasi peserta dari kategori 162 Km. Dian menerangkan, sisanya untuk kategori lainya bisa dilakukan besok.

"Yang baru registrasi hari ini baru 10 sampai 20 persen. Sisanya besok karena kebanyakan hari ini untuk nomor-nomor kategori 162, sehingga belum banyak yang registrasi, tetapi besok juga masih bisa untuk registrasi ulangnya," imbuhnya.

Ia memastikan, segala persiapan secara umum telah rampung. Baik itu dari sisi keselamatan para peserta dan sejumlah fasilitas penunjang lainya.

"Persiapan secara umum kami sudah lakukan. Nanti ada tenaga medis di pos-pos, kemudian juga makanan sehingga mereka secara nutrisi maupun hidrasi bisa terpenuhi. Kalau ada hal yang sifatnya emergency tentunya ada penanganan secara lokal di water station. Teman-teman dari Basarnas juga telah siap, begitu juga dengan ambulans telah kita siapkan," ucap Dian.

Khusus kategori 162 Km, para peserta akan dipasangkan alat GPS. Hal tersebut dikarenakan lintasan yang akan dilalui oleh peserta pada kategori ini cukup panjang dan juga ekstrem.

"Kalau GPS itu kami terapkan untuk kategori jarak jauh untuk memantau karena durasinya cukup panjang sehingga kami bisa memonitor keberadaan mereka selama proses berlangsungnya lomba," kata Dian.

Sementara itu, salah seorang peserta Muhammad Azam (24) pelari lokal asal Sembalun mengatakan, tahun ini merupakan kali kedua ia mengikuti ajang lari ekstrem Rinjani 100. Alasanya, karena ingin naik kategori dari tahun sebelumnya.

"Ini tahun yang kedua saya ikut Rinjani 100. Tahun sebelumnya saya juga ikut. Motivasinya tahun ini untuk naik kategori lagi, kalau tahun sebelumnya saya ikut kategori 36 Km, sekarang saya ikut di 60 Km," kata Azam.

Sebelum mengikuti ajang bergengsi ini, ia berlatih lebih kuat lagi untuk meningkatkan performa. Ia berlatih setiap minggunya latihan lari 100 Km.

"Saya latihan kemarin lebih keras lagi supaya bisa masuk di kategori 60 Km tahun ini. Saya latihan setiap minggu itu 100 Km," ucap Azam.

Selain itu, Azam merasa bersyukur karena tahun ini mendapatkan slot gratis dari penyelenggara khusus bagi pendaki lokal. Selain itu juga mendapatkan kiriman sepatu running dari salah satu brand yang mensponsori ajang Rinjani 100 ini.

"Hanya saya yang dapat slot gratis, karena tahun sebelumnya saya dijanjikan slot gratis. Saya senang banget. Dapat kiriman sepatu juga," kata Azam.

Diketahui, pada ajang Rinjani 100 tahun ini diikuti oleh 4.872 orang peserta. Mereka berasal dari 42 negara di berbagai belahan dunia.




(nor/nor)










Hide Ads