Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan
Seorang siswi berusia 13 tahun berinisial HKN asal Kecamatan Hewokloang, Sikka, Nusaa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas tergantung di pohon pala, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak sore dan diketahui sering mengalami kerasukan.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonarsus Tunga, mengatakan korban tidak berada di rumah sejak sekitar pukul 18.00 Wita. Nenek korban, HH, sempat mencari ke rumah keluarga dan tetangga, namun tidak menemukan keberadaan HKN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian kemudian dilanjutkan oleh keluarga bersama warga di area belakang rumah. Hal itu dilakukan karena, menurut HH, korban kerap bepergian di sekitar kampung saat mengalami kerasukan.
"Yang mana korban sering bepergian tetapi hanya di sekitaran kampung Riidetut, kemudian karena sudah larut malam pencarian tidak ditemukan maka para saksi dan tetangga sekitar pulang kembali ke rumah masing masing untuk istrahat," kata Leonardus saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (29/4/2026).
Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.30 Wita, HH kembali terbangun karena gelisah korban belum pulang. Ia kemudian keluar rumah untuk melanjutkan pencarian.
"Sesampainya di TKP sekitar kurang lebih 30 meter ke arah utara rumah, HH melihat korban sudah tergantung di dahan pohon pala," imbuhnya.
HH kemudian memanggil PP (35), yang merupakan paman korban.
"Kamu ke sini dulu dia air liur sudah keluar," kata HH kepada PP.
Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kewapante. Kanit SPKT II Polsek Kewapante bersama anggota dan Tim Inafis Polres Sikka langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Keluarga korban telah membuat surat pernyataan penolakan visum luar dan autopsi," tandasnya.
(dpw/dpw)










































