Sebanyak 7.094 siswa sekolah dasar (SD) di Kota Mataram mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 pekan ini. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mencatat masih ada sejumlah sekolah yang belum dapat mengikuti TKA karena berbagai kendala.
"Ada sekolah yang melaksanakan, dan ada sekolah yang tidak melaksanakan. Untuk tingkat SD negeri capaian 100 persen. Tapi untuk sekolah swasta ada beberapa yang tidak ikut, jadi capaiannya 97 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, saat dikonfirmasi di Mataram, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusuf menyebut, pelaksanaan TKA untuk jenjang SD di Kota Mataram berlangsung secara bertahap. Sebab, ketersediaan komputer di masing-masing sekolah terbilang bervariasi.
"Secara bergelombang, ada sesi satu, sesi dua, sesi tiga. Itu semua tergantung kapasitas Chromebook yang dimiliki. Kalau ada yang nggak punya (komputer) dititip atau pinjam sama bapak/ibu guru, jadi pakai laptop," ujarnya.
"Kalau komputer/laptopnya hanya 5, nanti itu dibagi dengan jumlah siswanya. Nanti setelah itu baru dibagi ke dalam beberapa sesi," sambung Yusuf.
Yusuf mengungkapkan, dari 179 SD negeri maupun swasta di Kota Mataram, tercatat ada 9 sekolah yang capaian keikutsertaan TKA-nya tidak 100 persen. Dengan rata-rata capaian persentase 81-98 persen.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (BSKAP Kemendikdasmen) Toni Taharudin mengungkapkan hampir 98 persen murid jenjang SD dan SMP siap mengikuti TKA 2026.
Toni menyebut ia terus berpikiran positif bila tingginya peminat TKA karena sekolah, guru, dan murid kini punya kesadaran yang semakin baik. Mengingat TKA merupakan sebuah asesmen yang telah terstandarisasi secara nasional.
Tidak hanya untuk mengukur capaian akademik murid, TKA yang digabung dengan Asesmen Nasional (AN) berguna untuk mengukur mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan dan daerah.
"Kalau saya berpikiran positif, bahwa setiap sekolah, bahkan setiap guru, murid itu kesadaran budaya muridnya semakin baik dan itu yang kita harapkan. Kalau budaya muridnya sudah bagus, maka improvement terhadap kualitasnya itu akan semakin mudah, karena kita bisa tahu kelemahan masing-masing (dan melakukan) refleksi," kata Toni usai acara Halalbihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, sebelumnya dikutip detikEdu.
(nor/nor)










































