detikBali

Hari Pertama TKA, Siswa SD di Denpasar Akui Soal Volume Paling Sulit

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hari Pertama TKA, Siswa SD di Denpasar Akui Soal Volume Paling Sulit


Hani Sofia Muthmainnah - detikBali

Julia salah satu siswa SD Saraswati 1 Denpasaat membagikan pengalaman mengerjakan TKA hari pertama, Senin (20/4/2026). (Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Foto: Julia salah satu siswa SD Saraswati 1 Denpasaat membagikan pengalaman mengerjakan TKA hari pertama, Senin (20/4/2026). (Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Denpasar -

Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD mulai digelar pada Senin (20/4/2026) untuk gelombang pertama. Pada hari pertama, siswa mengerjakan mata pelajaran Matematika, sama seperti jenjang lainnya.

Salah satu siswi SDN Saraswati 1 Denpasar, Julia, mengaku menemui kesulitan saat mengerjakan beberapa soal. Terutama pada materi pengukuran satuan berat dan perhitungan volume.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang cari kilogram (sulit)," kata Julia saat ditemui di SDN Saraswati 1 Denpasar, Senin (20/4/2026).

Selain itu, Julia juga merasa soal yang mencari volume cukup menantang. Menurutnya, bentuk soal yang muncul saat ujian dengan latihan sebelumnya berbeda saat dipelajari.

ADVERTISEMENT

"Volumenya yang susah. Karena berbeda dari latihan," ujarnya.

Julia mengaku dirinya sempat merasa gugup saat mengikuti ujian hari pertama.

"Deg-degan. Terus, semangat. Terus, cepet-cepet," katanya.

Persiapan Sejak Tahun Lalu

Untuk menghadapi TKA, Julia mengatakan dirinya bersama teman-teman sudah mulai dipersiapkan sejak September 2025. Sekolah rutin memberikan latihan soal serta mengadakan kelas tambahan setelah jam pelajaran selesai.

"Dari September. Iya dari tahun kemarin," imbuhnya.

Selain belajar di sekolah, Julia juga mengikuti tambahan belajar di luar, termasuk les bersama guru setelah jam pulang sekolah.

Meski telah mempersiapkan diri sejak lama, Julia menilai masih banyak siswa yang baru belajar intensif menjelang ujian. Menurutnya, cara tersebut justru membuat siswa kelelahan dan sulit fokus. Ia pun menyarankan agar persiapan dilakukan jauh-jauh hari.

"Kalau bisa belajar jauh hari sebelum TKA, jangan mendadak. Kalau mepet materinya bisa terlewat," kata Julia.

Bahkan, Julia masih sempat aktivitas lain seperti menari untuk mengurangi stress sebelum kembali belajar. "Saya sempat refreshing dulu, pagi nari. Malamnya baru lanjut belajar lagi," ujarnya.

Selain buku pelajaran, ia juga memanfaatkan platform seperti YouTube untuk memahami materi tambahan, seperti pecahan ke desimal dan diagram.

"Saya belajar lewat Youtube. Materi pas pecahan ke desimal, diagram," imbuhnya.

Meski masih ada beberapa soal yang terlewat, Julia mengaku cukup puas dengan hasil usahanya.

"Lumayan puas," pungkasnya.




(nor/nor)










Hide Ads