Ribuan umat Katolik berjalan kaki untuk mengikuti ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka terlihat berpeluh saat tiba di gereja.
Mereka berjalan kaki karena ruas jalan menuju Gereja Katedral Paroki Roh Kudus Labuan Bajo ditutup terkait pelaksanaan suasana hening atau Jumat Hening (Silentium Magnum) pada perayaan Jumat Agung umat Kristiani. Aktivitas masyarakat juga dibatasi selama Jumat Hening tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berjalan kaki cukup jauh. Tapi tidak ada apa-apa, ini bagus juga untuk mendukung suasana hening Jumat Agung," ujar Aleksander, salah satu umat seusai misa Jumat Agung, Jumat (3/4/2026). Aleksander datang bersama istri dan dua anaknya.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Manggarai Barat sendiri melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan utama di Labuan Bajo, terkait pelaksanaan Jumat Hening tersebut. Penutupan arus lalin dilakukan pada tiga zona.
Zona pertama meliputi Simpang Tugu BRI, Jalan Gabriel Gampur, Jalan Van Beckhum, Simpang Langka Kabe, Jalan Pius Papu, hingga area Sernaru dan Lancang. Zona kedua mencakup Simpang Patung Caci, Jalan Prof WZ Johanes, Simpang Langka Kabe, hingga Jalan Wae Mata. Sedangkan, zona ketiga membentang dari Simpang Lamtoro, Jalan Yohanes Sehadun, sampai ke Simpang Dinas Pariwisata.
Sejumlah petugas Dishub Manggarai Barat tampak berjaga di sejumlah ruas jalan yang ditutup. Adapun, penutupan jalan dilakukan dua sesi, yakni pukul 06.00-11.00 Wita dan 14.00-18.00 Wita. Tak ada kendaraan yang melintas selama penutupan jalan tersebut.
Sementara suasa ibadat Jumat Agung di Gereja Katedral Paroki Roh Kudus Labuan Bajo berlangsung dalam suasana khidmat. Ribuan umat yang banyak memakai baju merah itu mengisi bangku di dalam gereja dan kursi-kursi di bawah tenda di luar gereja. Ibadat berlangsung sekitar dua jam.