Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Manggarai Barat melakukan rekayasa arus lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan utama di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/4/2026). Sejumlah ruas jalan ditutup dan dialihkan.
Rekayasa lalin itu dilakukan terkait pelaksanaan Jumat Hening (Silentium Magnum) sebagai rangkaian Jumat Agung bagi umat Kristiani. Aktivitas masyarakat dibatasi pada Jumat Hening tersebut. Selain itu, digelar pula prosesi Jalan Salib di sejumlah ruas jalan di Labuan Bajo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guna mendukung kelancaran prosesi Jalan Salib, penutupan jalan akan dilakukan dalam dua sesi, yaitu pada pagi hari pukul 06.00 hingga 11.00 Wita dan sore hari pukul 14.00 hingga 18.00 Wita," kata Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, Kamis (2/4/2026).
Adapun prosesi Jalan Salib akan dimulai dari Gereja Maria Bunda Segala Bangsa dan berakhir di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Mengingat rute yang melintasi jantung kota, pihak kepolisian telah membagi zona sterilisasi menjadi tiga sektor utama.
Arus lalin di zona tersebut ditutup. Zona pertama meliputi Simpang Tugu BRI, Jalan Gabriel Gampur, Jalan Van Beckhum, Simpang Langka Kabe, Jalan Pius Papu, hingga area Sernaru dan Lancang.
Zona kedua mencakup Simpang Patung Caci, Jalan Prof WZ Johanes, Simpang Langka Kabe, hingga Jalan Wae Mata. Sedangkan, zona ketiga membentang dari Simpang Lamtoro, Jalan Yohanes Sehadun, sampai ke Simpang Dinas Pariwisata.
Jalur Alternatif
Meski penutupan total diberlakukan di jalur prosesi Jalan Salib, akses menuju fasilitas vital seperti Bandara Internasional Komodo dan Pelabuhan Multipurpose tetap terjaga. Polisi juga menyiapkan skema jalur alternatif.
"Kami telah memetakan titik-titik krusial untuk memastikan prosesi Jalan Salib berjalan dengan khidmat tanpa gangguan arus kendaraan yang padat. Rekayasa ini bersifat situasional namun terencana dengan matang," ujar Supartha.
Berikut jalur alternatif yang disiapkan bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin menuju bandara atau pelabuhan dari arah Gorontalo atau Ruteng:
- Menuju Bandara dan Pelabuhan Multipurpose: pngendara dari arah Gorontalo, Kampung Ujung, maupun Ruteng dapat melewati ruas Jalan Trans Flores - Jalan Lamber Kape - Jalan Vitalis Jebar - Jalan H. Ishaka - Jalan Tongkol - Jalan Puncak Waringin - Jalan Soekarno-Hatta hingga Jalan Pantai Utara (Pantura).
- Arah Bandara ke Wae Mata/Ruteng: Masyarakat dapat melintasi Jalan Pantura - Jalan Soekarno-Hatta - Jalan Trans Flores.
- Arah Pelabuhan ke Lancang/Ruteng: Dapat mengambil rute Jalan Pantura - Jalan Belakang Kampung Lancang - Jalan Wae Nahi - Jalan Wae Mata - Jalan Trans Flores.
Sementara itu, warga yang hendak menuju fasilitas kesehatan seperti RSUD Pratama Komodo, RS Siloam, Puskesmas Labuan Bajo, maupun pusat ekonomi seperti Pasar Batu Cermin dan TPI Kampung Ujung, diimbau untuk memantau arahan petugas di lapangan.
"Demi kenyamanan pengguna jalan, personel Satlantas dan Dishub disiagakan di setiap jalur alternatif guna memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan," terang Supartha.
Polres Manggarai Barat sendiri hanya mengerahkan 41 personel untuk pengamanan Pekan Suci Paskah 2026 di Labuan Bajo. Puluhan personel itu mengamankan tujuh gereja yang tersebar sejumlah titik di Labuan Bajo.
Umat Kristen merayakan Pekan Suci Paskah pada 2-5 April 2026. Adapun, ibadat pekan Suci Paskah dimulai dengan perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci (Malam Paskah), dan Minggu Paskah.
Diketahui, pelaksanaan Jumat Hening akan berlangsung selama satu hari penuh dengan pembatasan aktivitas kendaraan pada waktu yang telah disepakati. Selama periode tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor, mengurangi aktivitas yang menimbulkan kebisingan dan mengutamakan berjalan kaki untuk menciptakan suasana tenang.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menjelaskan pelaksanaan Jumat Hening tetap mempertimbangkan pelaksanaan ibadah salat Jumat umat muslim, yakni saat waktu istirahat (12.00-14.00 Wita). Berikutnya ibadat Jumat Agung umat Kristiani pada pukul 15.00 dan 17.00 Wita di sejumlah gereja.
"Semangat utama program ini adalah mengurangi penggunaan kendaraan, termasuk dengan berjalan kaki ke tempat ibadah," ujar Edi Endi.
(iws/iws)










































