detikBali

Ada Jumat Hening di Labuan Bajo pada 3 April 2026, Aktivitas Dibatasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ada Jumat Hening di Labuan Bajo pada 3 April 2026, Aktivitas Dibatasi


Sui Suadnyana, Ambrosius Ardin - detikBali

Ilustrasi pelaksanaan Jumat Hening di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi pelaksanaan Jumat Hening di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Gemini AI)
Manggarai Barat -

Pelaksanaan Jumat Agung bagi umat Kristiani di Labuan Bajo dan daerah lain di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 3 April 2026 akan dilaksanakan dalam suasana hening atau Jumat Hening (Silentium Magnum). Aktivitas masyarakat dibatasi saat Jumat Hening tersebut.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menjelaskan pelaksanaan Jumat Hening bertujuan mengurangi polusi dan membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Kita mulai dari hal kecil untuk masa depan yang lebih baik. Ini untuk masa depan kita, untuk anak cucu kita. Mari kita mulai dari hal kecil ini," kata Edi Endi dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan Jumat Hening akan berlangsung selama satu hari penuh dengan pembatasan aktivitas kendaraan pada waktu yang telah disepakati, yakni dimulai pukul 06.00-11.00 Wita dan dilanjutkan pukul 14.00-18.00 Wita.

ADVERTISEMENT

Selama periode tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor, mengurangi aktivitas yang menimbulkan kebisingan dan mengutamakan berjalan kaki untuk menciptakan suasana tenang.

Edi Endi menjelaskan pelaksanaan Jumat Hening tetap mempertimbangkan ibadah salat Jumat bagi umat muslim. Waktu istirahat (12.00-14.00 Wita) telah disesuaikan untuk pelaksanaan salat Jumat. Jeda berikutnya pukul 15.00-17.00 Wita bisa dipakai ibadat Jumat Agung oleh umat Kristiani di sejumlah gereja.

"Semangat utama program ini adalah mengurangi penggunaan kendaraan, termasuk dengan berjalan kaki ke tempat ibadah," ujar Edi Endi.

Edi Endi menegaskan Program Jumat Hening bukan instruksi sepihak, melainkan kesepakatan bersama yang disetujui oleh berbagai stakeholder, yakni Pemkab Manggarai Barat, TNI, Polri, kejaksaan, lembaga peradilan, tokoh-tokoh agama dan forum kerukunan umat beragama (FKUB)

"Seluruh peserta rapat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini sebagai wujud komitmen kolektif menjaga lingkungan," kata Edi Endi.

Edi Endi mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program Jumat Hening sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kelestarian lingkungan.

"Program ini diharapkan dapat memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat dari aktivitas kendaraan, menciptakan suasana yang lebih tenang dan tertib, membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pelestarian lingkungan," jelas Edi Endi.




(hsa/hsa)










Hide Ads