Pembangunan smelter milik PT Amman Mineral atau AMMAN di Kabupaten Sumbawa Barat terus dikebut. Data terbaru, progres pembangunan smelter mencapai angka 60 persen.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Samsudin mengatakan progres smelter PT AMMAN sudah mencapai 60 persen. Akibatnya, proses uji coba pengolahan bijih mineral (tembaga, nikel, emas) menjadi logam murni atau paduan logam tidak bisa dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudahan ini segera tuntas. Terakhir progresnya sudah 60 persen. Saya akan cek lagi mudahan sudah sampai 80 persen," kata Samsudin, Selasa (31/3/2026).
Menurut dia, izin ekspor konsentrat selama enam bulan mulai Oktober 2025 lalu mampu menghasilkan pendapatan cukup signifikan. Dampak dari ini, kata dia, pertumbuhan ekonomi NTB cukup terdorong dengan adanya aktivitas ekspor konsentrat itu.
"Nah nanti kami akan melakukan pembahasan, rapat koordinasi dengan PT AMMAN sama kementerian, bagaimana evaluasi itu yang menentukan apakah diperpanjang atau tidak," ujar Samsudin.
Batas izin ekspor konsentrat yang diberikan oleh Kementerian ESDM berlaku hingga April 2026. Sebelum berakhir, pemerintah belum bisa melakukan evaluasi.
"Pasti akan ada nanti. Nah, kami pasti koordinasi dulu dengan teman-teman AMNT sama Kementerian ESDM," katanya.
Menurut Samsudin, perpanjangan izin ekspor konsentrat harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM. Perpanjangan dilakukan setelah ada hasil evaluasi dari Kementerian ESDM dan Pemprov NTB.
"Apa hasil evaluasi itu kami terima. Kalau hasilnya tidak diperlukan untuk perpanjangan ya tidak. Tapi kan evaluasinya sangat penting, dari hasil-hasil evaluasi kinerjanya itu," ujar Samsudin.
Samsudin tetap optimistis apa pun keputusan Kementerian ESDM terkait izin perpanjangan ekspor konsentrat itu, sebab ekonomi Bumi Gora tetap bisa naik. Meski begitu, ekspor konsentrat PT AMMAN tetap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi NTB.
"Ya intinya jangan pesimis, tetap optimistis. Kalau kalau diperpanjang atau itu itu juga melihat bagaimana perkembang dinamika sosial politik di nasional dan daerag itu berpengaruh besar," tandasnya.
Terpisah, PT Amman Mineral menargetkan kinerja agresif sepanjang 2026 ini. Salah satunya untuk target produksi konsentrat yang mencapai 900.000 metrik ton kering. Angka tersebut yang mengandung 485 juta pon (setara dengan 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas. Dengan begitu, berarti jauh lebih tinggi dari produksi konsentrat sepanjang 2025 sebesar 446.563 metrik ton kering.
"Dari total produksi konsentrat tersebut, sekitar 500.000 metrik ton kering konsentrat akan diproduksi dari pabrik konsentrator yang sudah ada, sementara sisanya sebesar 400.000 metrik ton kering akan berasal dari pabrik konsentrator yang baru, tergantung pada kemajuan proses komisioning.m," jelas Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN, dalam keterangan resmi yang diterima media.
Operasi smelter terus menunjukkan perbaikan menuju akhir 2025 setelah penyelesaian perbaikan. Terlebih, AMMAN memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, dengan kuota 480.000 dmt yang berlaku selama enam bulan.
"Ini tentu memberikan fleksibilitas operasional sekaligus menjadi langkah mitigasi apabila proses ramp-up smelter menghadapi tantangan," katanya.
(nor/nor)










































