Mantan Bupati Alor dua periode (2014-2024) Amon Djobo meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026, di RSUD Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma. Ia menilai Amon Djobo sebagai sosok pemimpin yang tegas sekaligus merakyat.
"Saya besok ke Alor untuk melayat. Almarhum adalah sosok pemimpin yang mempunyai kepribadian kuat, tegas tapi merakyat," ujar Johni, Jumat (27/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Johni, Amon Djobo merupakan pemimpin yang bangga dengan identitasnya sebagai figur yang tumbuh dari bawah hingga menjabat Bupati Alor selama dua periode.
"Dia (almarhum) sangat bangga dengan identitasnya sebagai pemimpin Alor yang tumbuh dari bawah. Almarhum seorang egaliter dan mampu menjaga keutuhan masyarakat Alor yang plural," terangnya.
Ia juga menyampaikan duka cita kepada keluarga dan masyarakat Kabupaten Alor atas kepergian Amon Djobo.
"Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan pengharapan," tukasnya.
Semasa menjabat, Johni menilai almarhum tetap menjaga martabat dan komitmennya sebagai pemimpin. Amon Djobo juga dikenal sebagai sosok yang konsisten sejak muda, dimulai dari karier sebagai birokrat sebelum terjun ke dunia politik.
"Ia itu orangnya tegas dan merakyat. Sejak awak dia birokrat nurni sebelum terjun di dunia politik tanah air," katanya.
PAN Kehilangan Kader Terbaik
Selain dikenal sebagai birokrat tulen, Amon Djobo juga merupakan salah satu kader terbaik Partai Amanat Nasional (PAN).
Sekretaris DPW PAN NTT Marthen Lenggu mengatakan pihaknya menerima kabar duka tersebut pada Kamis sore dari DPD PAN Alor dan merasa terpukul.
Menurut dia, Amon Djobo merupakan kader terbaik di Kabupaten Alor yang telah membuktikan diri dengan menjabat sebagai bupati selama dua periode.
"Atas nama DPW Partai Amanat Nasional menyatakan turut berdukacita mendalam, kami kehilangan kader terbaik," kata Marthen.
Marthen menyebut Amon Djobo sebagai kader PAN yang produktif. Pada Pemilihan Legislatif 2024, almarhum berada di urutan kedua PAN di dapil VI DPRD NTT, selisih suara dari rekannya di PAN, Syaiful Sengaji.
Perolehan suara tersebut, menurut Marthen, menunjukkan bahwa Amon Djobo masih memiliki basis dukungan yang kuat. Ia juga dinilai berperan dalam membesarkan PAN di Kabupaten Alor.
Baca juga: 1,03 Juta Warga NTT Hidup dalam Kemiskinan |
Marthen berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi duka ini.
"Beliau adalah tokoh di Alor, salah satu bupati yang membuat banyak terobosan di Alor," ujarnya.
Menurutnya, Amon Djobo memiliki berbagai pencapaian dalam membangun Alor.
"Semua yang ditinggalkan perlu mendapat Alor apresiasi dan menjadi pemicu semangat bagi generasi selanjutnya," tukasnya.
Ia menambahkan seluruh kader PAN NTT turut merasakan kehilangan tersebut.
"Kabar wafatnya Amon Djobo juga telah dilaporkan ke DPP PAN. Secara khusus, PAN Alor diinstruksikan untuk membantu proses pengurusan jenazah hingga selesai," katanya.
"Beliau adalah orang baik, orang yang tegas, orang yang punya beban terhadap daerah dan beliau telah berbuat banyak bagi PAN," lanjut dia.
Riwayat dan Kontroversi
Amon Djobo meninggal dunia pada usia 66 tahun. Ia merupakan Bupati ke-14 Alor.
Semasa menjabat, Amon Djobo sempat menjadi sorotan publik. Pada Juni 2021, ia viral setelah mengamuk kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk korban bencana Seroja.
Kemarahan tersebut dipicu karena bantuan disalurkan melalui DPRD, bukan Pemerintah Daerah Alor. Saat itu, Amon Djobo merasa pemerintah daerah tidak dihargai karena bantuan diserahkan melalui anggota DPRD Alor, yang dinilainya sarat kepentingan politik.
Buntut dari peristiwa tersebut, PDIP yang saat itu mendukungnya mencabut dukungan terhadap Amon Djobo sebagai Bupati Alor.
Sebelumnya, Amon Djobo juga pernah dilaporkan ke polisi terkait dugaan penghinaan dan ancaman terhadap pejabat Kasilog Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Cpl Imanuel Yoram Dionisius Adoe.
(dpw/dpw)










































