Video kaki seorang anak perempuan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melepuh akibat tersiram kuah panas viral di media sosial. Insiden itu terjadi setelah lapak dagangan orang tuanya tersenggol saat pawai ogoh-ogoh, Rabu (18/3/2026).
Berdasarkan video berdurasi 38 detik yang beredar, lapak milik pedagang tampak berserakan usai tersenggol ogoh-ogoh. Kuah panas yang berada di atas meja tumpah dan mengenai anak pedagang tersebut. Dalam rekaman juga terlihat terjadi adu mulut antara warga sekitar dan peserta ogoh-ogoh.
"Hati-hati ya pak. Yang ini side tanda ya pak," kata ibu-ibu dalam video tersebut, dilihat detikBali, Jumat (20/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aliansi Pemuda Hindu Lombok melalui akun Instagram turut merespons video viral tersebut. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB memastikan akan bertanggung jawab atas kejadian itu.
Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita, mengimbau masyarakat dan media tidak memperkeruh suasana dengan informasi yang tidak benar.
"Kami mengimbau kepada media dan netizen agar tidak membuat ataupun menyebarkan berita hoaks. Permasalahan ini telah diselesaikan secara damai dan kedua belah pihak sudah bersepakat," katanya, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (20/3/2026).
"Kejadian ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat," sambungnya.
Pihak panitia dan peserta ogoh-ogoh diketahui telah mendatangi rumah korban dan menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pedagang. Panitia juga akan menanggung pengobatan korban hingga sembuh.
Ketua STT Jeruk Manis, I Gede Suadnyana Putra, mengucapkan permohonan maaf atas insiden tersebut. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini. Ke depan, kami akan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Senada, Ketua Panitia Parade Ogoh-Ogoh, Made Krisna Yuda Prasetya, menyebut kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting. "Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi kami agar pelaksanaan parade ke depan bisa lebih tertib, aman, dan memperhatikan lingkungan sekitar, termasuk pelaku UMKM," ucapnya.
(dpw/dpw)










































