detikBali

Ogoh-ogoh di Mataram Turun dari 180 ke 105, Panitia Fokus Kualitas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ogoh-ogoh di Mataram Turun dari 180 ke 105, Panitia Fokus Kualitas


Nathea Citra - detikBali

Suasana pawai ogoh-ogoh di sepanjang Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Rabu (18/3/2026). Nathea Citra/detikBali
Foto: Suasana pawai ogoh-ogoh di sepanjang Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Rabu (18/3/2026). Nathea Citra/detikBali
Mataram -

Jumlah ogoh-ogoh yang tampil dalam pawai di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (18/3/2026), mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 terdapat sekitar 180 ogoh-ogoh, tahun ini jumlahnya hanya 105 ogoh-ogoh dari masing-masing banjar.

"Jadi memang sengaja kami tekan (jumlahnya). Kami tidak perlu kuantitas, tetapi kualitas," kata Pembina Aliansi Pemuda Hindu Lombok, Anak Agung Made Djelantik, saat diwawancarai di pawai ogoh-ogoh, Rabu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai pawai ogoh-ogoh seharusnya menjadi ajang kreativitas, sehingga kualitas karya lebih diutamakan dibandingkan jumlah. Terkait adanya kritik terhadap bentuk ogoh-ogoh yang dinilai vulgar, Made Djelantik meminta masyarakat menyikapinya secara bijak.

"Ya kalau itu kan kacamata orang beda-beda. Tapi kami harus maklumi lah. Tidak usah kami besar-besarkan itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga memastikan kondisi keamanan di Kota Mataram tetap kondusif menjelang Hari Raya Nyepi, meskipun berdekatan dengan malam takbiran.

"Tidak perlu dikhawatirkan, saat ini Kota Mataram boleh dikatakan kota yang paling aman. Sebenarnya yang menciptakan kekhawatiran itu oknum-oknum. Kalau masalah-masalah yang kaitannya dengan suku, ras, agama, kami sudah menjalani ini jauh dari sebelum kota ini ada," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, ada 105 ogoh-ogoh yang akan memeriahkan pawai jelang Nyepi 2026 di Kota Mataram. Pawai ogoh-ogoh merupakan arak-arakan yang rutin dilakukan setiap jelang Nyepi.

"Ada 105 ogoh-ogoh dari banjar-banjar di Mataram," kata Martawang, sebelumnya.

Martawang menjelaskan perayaan pawai ogoh-ogoh akan dilaksanakan pada Rabu (18/3/2026). Rute pawai dimulai dari perempatan Jalan Pejanggik, Karang Jangkong, Kota Mataram.



"Pawai ogoh-ogoh akan start jalan pukul 12.00 Wita. Kenapa harus jam 12? Ini untuk memastikan pawai bisa selesai sebelum jam 6 sore. Ogoh-ogoh akan start dari depan kantor Lurah Cakranegara Barat (dan finish di simpang empat Cakra)," jelasnya.

Setelah pawai ogoh-ogoh, pada pukul 18.00 Wita akan dilanjutkan dengan perang api. Ada pun beberapa jalur alternatif yang bisa ditempuh para pengendara untuk meminimalisir kemacetan saat pawai ogoh-ogoh. Yakni, di Jalan Bung Hatta ke arah selatan, Jalan Terusan Bung Hatta, Jalan Transito, Jalan Brawijaya, hingga Jalan Sriwijaya.

"Perkiraan kita atraksi ogoh-ogoh (per banjar) sekitar 3 menit. Jadi maksimal jam 17.30 Wita sudah bisa selesai," pungkasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads