detikBali

Tiba di Kupang, Gibran Langsung Dicegat Mahasiswa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tiba di Kupang, Gibran Langsung Dicegat Mahasiswa


Simon Selly - detikBali

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat bertemu dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan di Kupang, Kamis (21/5/2026).
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat bertemu dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan di Kupang, Kamis (21/5/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dicegat mahasiswa saat tiba dalam kunjungan kerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/5/2026) malam.

Mahasiswa yang mencegat Gibran berasal dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan.

Ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang, Asten Bait, mengatakan pihaknya menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang kepada Gibran. Menurut Asten, pertemuan itu berlangsung di luar rencana awal mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kami tidak ada niat aksi, tapi ini karena Pak Wapres yang turun dan ketemu dengan kami, kami sampaikan persoalan yang terjadi di Amfoang," kata Asten, seusai bertemu Gibran.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan itu, Asten menyampaikan keluhan masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya Amfoang, terkait infrastruktur jalan dan jembatan, rumah sakit pratama yang belum beroperasi, serta kelangkaan BBM.

"Semua poin tuntutan kami ini telah disampaikan ke Pak Wapres dan beliau berkomitmen untuk memberikan atensi khusus untuk Amfoang," ujarnya.

Asten mengatakan Gibran merespons dengan menyatakan akan memberi atensi khusus terhadap persoalan kelangkaan BBM, rencana menghadirkan satu SPBU di Amfoang, perbaikan jalan dan jembatan, serta penanganan rumah sakit yang belum beroperasi.

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat bertemu dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan di Kupang, Kamis (21/5/2026).Wapres Gibran Rakabuming Raka saat bertemu dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Kemanusiaan di Kupang, Kamis (21/5/2026). Foto: Simon Selly/detikBali

"Bicara soal tuntutan yang kami sampaikan ini akan ada atensi khusus," katanya.

Ia menilai selama ini Pemerintah Pusat yang turun ke daerah cenderung hanya melihat sisi baik, sedangkan persoalan di wilayah pedalaman luput dari perhatian.

"Sejauh ini yang kita lihat, Pemerintah Pusat ketika turun ke desa-desa hanya melihat hal yang baik. Tetapi hal yang buruk di pedalaman itu justru tak terlihat," tukas Asten.

Ia berharap pertemuan dengan Wapres dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Pusat untuk mengalokasikan anggaran pembangunan di Amfoang, Amarasi, Fatuleu, dan wilayah lain di Kabupaten Kupang yang masih kekurangan infrastruktur.

"Harapan kami, dengan bertemunya kami dengan pak wapres itu bisa menjadi atensi dan komitmen dari pemerintah pusat untuk kemudian menganggarkan anggaran untuk Amfoang," ujarnya.

Gibran bersama rombongan tiba di Bandara Internasional El Tari Kupang pada pukul 19.50 Wita dan disambut langsung jajaran Forkopimda NTT.




(dpw/dpw)










Hide Ads