Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram meminta warga maupun wisatawan agar menjauhi area pesisir pantai Kota Mataram. Musababnya, cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi hingga sepekan ke depan.
"Kalau bisa jangan mandi ke pantai dulu. Jangan beraktivitas di wilayah pantai," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Kota Mataram, Muzaki, saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. BMKG memprediksi wilayah Mataram berpotensi dilanda hujan lebat hingga angin kencang pada 29-31 Januari 2026.
Selain itu, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2 meter lebih. Terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, Selat Sape bagian selatan hingga Samudera Hindia selatan NTB.
"Kemungkinan eskalasi seminggu ke depan cukup mengkhawatirkan," imbuh Muzaki.
Selain Mataram, sejumlah daerah lainnya di NTB juga berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Termasuk Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, Dompu hingga Kota Bima yang dipredikai mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Sebelumnya, ribuan warga Mataram terdampak cuaca ekstrem pekan lalu. BPBD Mataram mencatat sebanyak 800 kepala keluarga (KK) atau 4.000 warga terdampak banjir rob hingga luapan Sungai Jangkok.
(iws/iws)










































