detikBali

40.423 Jiwa Terdampak Bencana di NTB, 410 Rumah Rusak

Terpopuler Koleksi Pilihan

40.423 Jiwa Terdampak Bencana di NTB, 410 Rumah Rusak


Ahmad Viqi - detikBali

Para guru membersihkan sisa-sisa lumpur sedimentasi di halaman SDN 01 Sekotong Tengah, seusai dilanda banjir, Kamis (15/01/2026).
Para guru membersihkan sisa-sisa lumpur sedimentasi di halaman SDN 1 Sekotong Tengah, NTB, seusai dilanda banjir, Kamis (15/1/2026). (Foto: M Zahiruddin/detikBali)
Mataram -

Sebanyak 42.423 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 1-26 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB juga mencatat 11.993 rumah warga terendam banjir selama periode tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengungkapkan sebanyak 410 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat cuaca ekstrem di NTB. Selain itu, banjir juga merendam sekitar 1.300 hektare lahan pertanian dan 16 toko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada dampak ke pelayanan dasar seperti 22 fasilitas pendidikan terendam, 14 jaringan listrik terdampak, tujuh jembatan rusak, 130 meter persegi jalan terdampak," ujar Sadimin dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Menurut Sadimin, bencana alam juga mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan sembilan orang luka-luka. Ia mengatakan bencana banjir, tanah longsor, hingga gelombang pasang terjadi di sembilan kabupaten/kota di NTB, kecuali Kota Bima.

ADVERTISEMENT

Sadimin memastikan penanganan ratusan rumah rusak akibat bencana tersebut akan ditalangi dari berbagai sumber dana. Mulai dari APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, dana corporate social responsibility (CSR), hingga dana Bantuan Tak Terduga (BTT) dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

"Penanganannya dari berbagai sumber ada nantinya dari APBD kab/kota, APBD NTB, APBN, CSR, BTT provinsi dan kab/kota, dan sumber dana lainnya. Termasuk dari masyarakat sendiri," imbuhnya.

DPRD Desak Penanganan

Wakil Ketua Komisi IV Bidang Infrastruktur dan Pembangunan DPRD NTB Sudirsah Sujanto meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemprov NTB untuk segera menangani dampak bencana di sejumlah daerah di NTB.

"Kami meminta secepatnya memberikan penanganan dini untuk kemudian identifikasi mana yang paling butuh penanganan paling cepat. Karena ini masalah kemaslahatan masyarakat," ujar Sudirsah.

Sudirsah menuturkan penanganan bencana dari dana BTT NTB sebesar Rp 16 miliar merupakan kewenangan eksekutif. Dia meminta dana itu segera digunakan untuk menangani dampak bencana di Bumi Gora.

"Berikan penanganan dengan cepat, rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat betul-betul merasa terayomi dengan baik," pungkasnya.




(iws/iws)











Hide Ads