Sebanyak 310.065 orang tercatat meninggalkan Bali dalam tiga hari periode 13-15 Maret 2026. Lonjakan arus mudik ini memicu kepadatan parah hingga kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Data yang diterima detikBali menunjukkan Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik paling padat dengan 195 ribu orang keluar Bali dan 81 ribu orang masuk dalam periode tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali I Kadek Mudarta menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prediksi kami sama kepolisian ya sampai hari ini sih puncaknya," kata Mudarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan pola mudik tahun ini berbeda karena pemudik memilih berangkat lebih awal dari perkiraan, yakni sebelum dua hari menjelang Hari Suci Nyepi.
"Di tambah memang pemudik juga makin maju keberangkatannya, gitu," sambungnya.
Selain melalui Gilimanuk, pergerakan penumpang juga tercatat di Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan 36 ribu orang meninggalkan Bali dan 42 ribu orang datang. Sementara itu, Pelabuhan Padangbai relatif landai dengan 19 ribu orang keluar atau rata-rata 6 ribu orang per hari.
Lonjakan pemudik yang datang hampir bersamaan membuat antrean kendaraan mengular di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kepadatan didominasi kendaraan pribadi dan bus pemudik menuju Pulau Jawa, disusul truk logistik.
"Mayoritas masyarakat memilih menyeberang menjelang Nyepi. Akibatnya kendaraan datang hampir bersamaan dan menumpuk di jalur menuju Gilimanuk," ujar Mudarta.
Ia menambahkan, keterbatasan kapasitas dermaga turut memperparah antrean. Meski jumlah kapal telah ditambah dari 28 menjadi 35 unit oleh PT ASDP Indonesia Ferry, proses bongkar muat kendaraan tetap memakan waktu.
"Jumlah kapal sudah ditambah karena arus kendaraan sudah sangat padat. Tapi proses bongkar muat kendaraan di kapal membutuhkan waktu," imbuhnya.
Untuk mengurai kepadatan, Dishub Bali menyiapkan kantong parkir truk logistik di sejumlah titik jalur Denpasar-Gilimanuk agar jalur utama tetap bisa dilalui kendaraan pemudik.
"Kami menyiapkan kantong parkir untuk truk logistik di beberapa titik. Harapannya jalur utama bisa lebih lancar dilalui kendaraan pribadi dan bus pemudik," tandasnya.
Mudarta memprediksi volume kendaraan mulai menurun pada malam pengerupukan, meski berharap kondisi tidak sepadat hari sebelumnya.
"Cuma prediksi kami semoga benar. Besok harusnya berkurang tidak seperti kemarin dan hari ini," tandasnya.