detikBali

21 Bencana Alam Terjang Ende Awal Tahun 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

21 Bencana Alam Terjang Ende Awal Tahun 2026


Yurgo Purab - detikBali

Rumah milik Dominikus Matarau yang rusak diterjang angin kencang, Kamis (22/1/2026).
Rumah milik Dominikus Matarau yang rusak diterjang angin kencang, Kamis (22/1/2026). (Foto: dok. BPBD Ende)
Ende -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan sebanyak 21 bencana alam menerjang wilayah Ende sepanjang Januari 2026. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Ende, Marselus Eclesianus Meta.

"Sebanyak 21 jenis bencana yakni 6 kejadian tanah longsor, hidrometeorologi dan cuaca ekstrem 10 kejadian, banjir dan angin kencang 4 kejadian dan kebakaran rumah 1 kejadian," kata Marselus saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marselus menjelaskan, 21 kejadian tersebut tersebar di 21 kecamatan, yakni Kecamatan Ende Selatan (1), Ende Utara (3), Ndona Timur (2), Ende Tengah (1), Nangapanda (2), Lepembusu Kalisoke (1), Ende Timur (3), Ende (1), Wewaria (1), Detusoko (2), Detukeli (1), Ende Selatan (2), dan Wolojito (1).

Menurut Marselus, rangkaian bencana tersebut menyebabkan sejumlah rumah rusak akibat angin kencang, putusnya jalan Trans Ende-Sikka, irigasi pertanian rusak akibat longsor, serta pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

ADVERTISEMENT

"Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di kali Lewolaka, yang menggerus jalan Trans Ende-Maumere hampir putus total pada 11 Januari 2026," imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 32 jiwa terdampak. Namun, tidak terdapat korban jiwa. Marselus menyebut total kerugian dari 21 bencana itu diperkirakan mencapai lebih dari Rp 4 miliar.

"Taksasi kerugian dari 21 bencana sebesar 4,925.000.000 miliar," tandasnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Lembata melaporkan tiga rumah rusak akibat bencana angin kencang yang terjadi selama dua hari, Rabu (21/1/2026) hingga Kamis (22/1/2026).

"Desa Kaohua, Kecamatan Buyasuri angin kencang robohkan rumah warga Mone Hasan. Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan angin kencang menyebabkan tumbangnya pohon kelapa, bambu dan beringin menutup sebagian badan jalan negara," kata Kalak BPBD Lembata, Andris Koban, kepada detikBali, Jumat.

Selain itu, dua rumah lain yang rusak masing-masing milik Dominikus Daton Matarau di Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape, serta rumah Ibu Margaretha Kewa di Desa Lamagute, pemukiman Tanah Putih, Kecamatan Ile Ape. Rumah Dominikus dilaporkan mengalami rusak berat dan salah satu anggota keluarga yang berada di dalam rumah dalam kondisi sakit berat.

"BPBD Lembata melaksanakan asesmen, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial P2KB untuk mendapatkan dukungan logistik dan mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads