Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengerahkan 30 personel untuk menjaga jaringan listrik di wilayah tersebut. Cuaca ekstrem pada 14 sampai 16 Januari lalu telah merusak enam jaringan listrik PLN di Flores Timur. Pantauan detikBali hari ini, Jumat (23/1/2026), hujan angin masih melanda Flores Timur.
"Kami menjaga jaringan dari petir dan dari pohon yang dekat dengan jaringan. Serta menjaga kondisi personil agar tidak drop sehingga pelayanan bisa maksimal," kata Adipati Arya, Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya membeberkan ada enam kerusakan jaringan. Dia menegaskan PLN bekerja keras untuk memperbaikinya karena lokasinya cukup berjauhan.
"Ada di Lamanabi, Tanjung Bunga, Waimana, Oka, Lewolaga, dan juga di Boru. Disebabkan tertimpa pohon yang patah, tetapi sudah bisa diselesaikan oleh anggota teknik kami," kata Arya.
Dia menyampaikan permohonan maaf dan permakluman jika masih terjadi pemadaman yang disebabkan cuaca ekstrem di wilayah Flores Timur. Mengantisipasi hal tersebut, PLN menerapkan posisi siaga 1.
"Stand by semua personel pada posisi siaga 1 pascacuaca ekstrem dengan jumlah personel 30 orang untuk membantu pemulihan apabila terjadi hal-hal di luar kendali," terangnya.
Arya mengatakan seluruh personel bekerja dalam 24 jam yang dibagi menjadi tiga sif. "Pelayanan tidak bisa berhenti. Tim kantor jaga 24 jam. Untuk organik teknik on call dan stand by 24 jam," ujarnya.
Arya meminta warga yang mengalami kendala kelistrikan segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile. Demikian pula jika ada pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik, Arya berharap warga bisa segera memberitahukan.
"Bisa menginformasikan ke pihak PLN untuk bisa kami pangkas atau kami tebang sehingga tidak mengakibatkan patah ke jaringan PLN atau patah dan merusak rumah bapak ibu sekalian," tandasnya.
(hsa/hsa)










































