Rumah warga di Dusun Pedamekan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), rusak berat, setelah diterjang angin kencang, Jumat (23/1/2026). Kerugian ditaksir belasan juta rupiah.
Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting, Jaya Ikhlas, menerangkan wilayah tersebut diterjang hujan dan angin kencang sejak malam hari. Sehingga sekitar pukul 06.00 Wita, atap rumah warga tersebut rusak.
"Angin kencang dan hujan, sehingga salah satu rumah warga di Dusun Pedamekan, Desa Belanting atapnya diterbangkan," terang Ikhlas, kepada detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhlas mengungkapkan penghuni rumah segera sadar ketika datang angin kencang sehingga segera mencari tempat perlindungan ke area yang lebih aman. Warga lain pun sempat panik ketika angin kencang yang tiba-tiba datang.
"Suaranya sangat gaduh, seng-seng beterbangan. Kami semua di sini sempat panik karena takut anginnya akan merembet merusak ke rumah warga yang lain," tambahnya.
"Kalau korban jiwa tidak ada, tetapi kerugian material sekitar Rp 15 juta. Saat ini rumah tersebut juga tidak bisa ditempati karena seluruh atapnya rusak," pungkas Ikhlas.
Selain merusak rumah, angin kencang disertai hujan semalam juga membuat sebuah pohon tumbang di pinggir jalan raya Desa Belanting. Akibatnya arus lalu lintas menjadi terganggu.
"Selain rumah warga, ada juga pohon tumbang, tapi lokasinya di pinggir jalan, saat ini teman-teman TSBD sedang berupaya membersihkanya," ujar Ikhlas.
Pihaknya saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait untuk penanganan lebih lanjut. "Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berkomunikasi dengan pemerintah terkait. Cuaca saat ini memang sulit diprediksi dan cenderung ekstrim, jadi koordinasi ini penting untuk langkah antisipasi maupun bantuan logistik bagi korban," tandas Ikhlas.