Iran dilaporkan sedang mempersiapkan prosesi pemakaman 'megah' untuk Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran itu terbunuh dalam serangan Israel dan Amerika Serikat (AS). Pemakaman disiapkan setelah tertunda cukup lama karena perang.
"Sebuah markas khusus telah dibentuk untuk mempersiapkan upacara pemakaman dan berbagai lembaga saat ini sedang merencanakan dan membuat pengaturan," kata Kepala Dewan Koordinasi Propaganda Islam Teheran, Mohsen Mahmoudi, seperti dilaporkan TV pemerintah Iran yang dikutip detikNews, Sabtu (30/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, waktu pemakaman masih belum diketahui. Ayatollah Khamenei sendiri memimpin Republik Islam selama lebih dari tiga dekade. Ia tewas dalam gelombang pertama serangan AS-Israel pada 28 Februari.
Putra dan penerusnya, Mojtaba Khamenei, juga terluka dalam serangan tersebut. Mojtaba Khamenei belum terlihat di depan umum sejak menjabat.
Sementara itu, sebuah acara penghormatan kepada Khamenei senior diselenggarakan pada April. Namun, pemakaman kenegaraan yang awalnya diumumkan tidak dapat diadakan karena perang.
Sebelumnya, pakar keamanan menilai para pejabat Iran terlalu takut untuk menggelar seremoni pemakaman besar-besaran dan mewah bagi mendiang pemimpin tertinggi tersebut.
Pada 1989, Iran menggelar seremoni pemakaman besar-besaran selama beberapa hari untuk pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Kala itu, jutaan warga Iran saat itu memadati jalanan Teheran untuk menghadiri prosesi tersebut.
Mahmoudi mengatakan berbagai organisasi sedang berupaya menyediakan kondisi yang diperlukan agar upacara pemakaman 'megah' untuk mendiang Khamenei dapat diadakan. Saat ini, konflik antara AS-Israel dengan Iran masih terus berkecamuk.
Gencatan senjata sebagian besar telah berlaku sejak April lalu. Namun, kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara definitif terbukti sulit dicapai.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































