detikBali

Pemprov NTB Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Saat Berwisata

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemprov NTB Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Saat Berwisata


Ahmad Viqi - detikBali

Warga duduk di pinggir pantai saat terjadi gelombang tinggi di Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Minggu (10/3/2024). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Majid memberikan peringatan dini waspada gelombang setinggi 2 meter hingga 4 meter terjadi diperairan Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan utara Sumbawa, Selat Sape bagian utara dan selatan dan Samudera Hindia selatan NTB.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.
Ilustrasi gelombang laut di NTB. (Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa. Imbauan ini disampaikan menyusul cuaca ekstrem yang hampir setiap hari melanda wilayah NTB, ditandai angin kencang dan hujan lebat.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB, Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di wilayah pesisir utara Australia sebelah barat daya Teluk Carpentaria. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot dengan tekanan udara minimum 998 hPa.

Kondisi ini menyebabkan hampir seluruh wilayah NTB berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang hingga Senin (26/1/2025) pekan depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudahan masyarakat memahami pada situasi seperti ini. Mari tingkatkan kewaspadaan masing-masing dan memperhatikan keselamatan diri," kata Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, Kamis (22/1/2026).

ADVERTISEMENT

Khalik mengatakan, Pemprov NTB meminta masyarakat untuk benar-benar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan kunjungan ke lokasi wisata. Potensi angin kencang dan hujan lebat dinilai dapat membahayakan keselamatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

"Kalau bepergian hindari ketika terjadi cuaca ekstrem. Kita saling mengingatkan dengan labupaten kota agae masyarakat melaporkan ke petugas jika kondisi darurat," tegas Kepala Dinas Kominfotik NTB itu.

Meski demikian, Khalik menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berwisata. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah NTB perlu menjadi perhatian utama.

"Masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan pada situasi kondisi seperti ini. Intinya respons cepat Pemprov dan kabupaten kota bisa dimaksimalkan," ujarnya.

Ia menambahkan, masa tanggap darurat bencana yang telah dikeluarkan sejumlah daerah juga dapat menjadi alarm bagi masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di luar rumah.

"Masa tanggap darurat ini. Semua persoalan yang terjadi akibat bencana juga akan ditangani segera," tandasnya.




(dpw/dpw)











Hide Ads