detikBali

Cuaca Ekstrem di NTT, Manggarai Barat Banjir-Manggarai Timur Longsor

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cuaca Ekstrem di NTT, Manggarai Barat Banjir-Manggarai Timur Longsor


Ambrosius Ardin - detikBali

Longsor di Manggarai Timur, NTT, Kamis (22/1/2026).
Longsor di Manggarai Timur, NTT, Kamis (22/1/2026). (Foto: dok. Istimewa)
Manggarai Barat -

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hujan lebat yang turun sejak Rabu (21/1/2026) malam memicu banjir di Manggarai Barat dan longsor di Manggarai Timur, Kamis (22/1/2026).

Di Manggarai Barat, banjir merendam 37 rumah warga di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo. Permukiman yang terdampak berada di pinggiran Kota Labuan Bajo. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga satu meter.

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Wae Mese setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, akibat dari curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa rumah di Desa Golo Bilas terendam air," kata Kapolsek Komodo Iptu Eka Dharma Yudha saat dikonfirmasi, Kamis sore.

ADVERTISEMENT

Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Hingga kini, kerugian material yang dialami pemilik rumah belum diketahui. "Tidak ada korban jiwa," ujar Eka.

Adapun rumah yang terendam banjir tersebar di sejumlah titik, yakni 18 rumah di Kampung Capi, tiga rumah di depan Pertamina Marombok, serta 16 rumah di pinggir Kampung Capi.

Kepala Dusun Capi, Ilham, mengatakan ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariasi, mulai dari setengah meter hingga satu meter.

"Kalau rumah yang terendam di dusun Capi variasi sesuai dengan keadaan rumah masyarakat, ada yang satu meter, ada yang setengah meter. Untuk kerugiannya untuk sementara belum ada lapor dari warga," kata Ilham.

Sawah Terendam, Petani Terdampak

Cuaca ekstrem tersebut juga berdampak pada sektor pertanian. Banjir menggenangi puluhan hektare sawah dan kebun sayur di Kampung Capi, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo.

Banjir kembali dipicu meluapnya Sungai Waemese setelah hujan lebat sejak Rabu (21/1) malam hingga hari ini.

"Banyak sawah yang terendam oleh banjir. Demikianpun untuk petani yang usaha sayur," kata Ilham, Kamis malam.

Ia menjelaskan, padi di sawah yang terendam banjir memiliki usia tanam yang berbeda. Sebagian tanaman bahkan sudah siap panen.

"Ya, sudah ditanam padi. Ada yang sedang berbunga, ada pula yang siap panen, dan ada yang masih berumur satu bulan," ujar Ilham.

Ilham menyebut para pemilik sawah berharap ada perhatian dari pemerintah atas dampak banjir tersebut. "Keluhan warga mudah- mudahan ada perhatian dari pemerintah," tandasnya.

Kapolsek Komodo Iptu Eka Dharma Yudha membenarkan adanya lahan pertanian yang terdampak banjir. "Lahan pertanian berupa sawah terendam air diperkirakan puluhan hektar serta tanaman sayuran rusak dan terendam air," kata Eka.

Longsor di Manggarai Timur, Dua Korban Masih Tertimbun

Sementara itu, cuaca ekstrem juga memicu longsor di wilayah Manggarai Timur. Longsor terjadi di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kamis (22/1/2026) sore.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan masih tertimbun material longsor. Dua orang lainnya yang mengalami luka telah dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa.

"Menurut info sementara dari staf kecamatan Lamba Leda dua korban masih tertimbun tanah. Dua korban luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Agus Salim, Kamis malam.

Agus mengatakan pihaknya belum mengetahui kronologis lengkap kejadian tersebut, termasuk identitas dua korban yang masih tertimbun. Penanganan di lokasi terkendala kondisi jaringan.

"Jaringan listrik dan sinyal tidak ada," ujar Agus.




(dpw/dpw)










Hide Ads