Warga Desa Baturotok, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), harus menyebrangi dua sungai besar saat membawa jenazah. Hal itu terjadi karena akses jembatan penghubung belum dibangun dan kondisi jalan menuju desa tersebut belum diaspal.
Peristiwa itu diunggah akun Facebook @Najibullah Ainun, warga Desa Baturotok, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, Selasa (20/1/2026). Unggahan tersebut ramai dikomentari dan dibagikan warganet.
"Kalau musim hujan kondisinya memang seperti ini," ungkap Najibullah saat dikonfirmasi detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najibullah menjelaskan jenazah yang digotong merupakan warga Baturotok yang hendak dimakamkan di kampung asalnya. Sejumlah warga harus berjalan kaki berjam-jam sambil menyebrangi dua sungai besar, yakni Sungai Sabana Tepak dan Sungai Tangkampulit.
"Yang meninggal itu warga Baturotok. Jasadnya digotong dari Desa Tepal menuju Desa Baturotok dengan jalan kaki sejak jam 6 pagi sampai 1 siang," ujarnya.
Menurut Najibullah, jenazah tersebut tidak memungkinkan dibawa menggunakan mobil ambulans. Akses jalan menuju Desa Baturotok belum diaspal, sementara jembatan penghubung antarwilayah juga belum tersedia.
"Jembatan belum ada. Kondisi jalan dari Desa Tepal ke Desa Baturotok sampai ke Kecamatan Orong Telu sama-sama rusak," jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat memperbaiki jalan dan membangun jembatan penghubung pada 2026. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi harus berjalan kaki dan menyebrangi sungai saat menggotong jenazah.
"Saat musim penghujan, kondisi jalan becek dan berlumpur. Harus melewati sungai dengan menerobos banjir," tandasnya.
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Rusdianto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan mobil ambulans yang membawa jenazah hanya bisa diakses hingga Desa Tepal dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Desa Baturotok.
(dpw/dpw)










































