Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Pulau Flores, Alor, Sumba, Sabu Raijua, Timor, dan Rote Ndao, di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain banjir rob, wilayah NTT juga berpotensi terdampak bibit siklon tropis dalam tiga hari ke depan.
"Waspada adanya potensi fenomena banjir rob yang diprediksi terjadi pada tanggal 18-20 Januari 2026 di pesisir Pulau Flores, Alor, Sumba, Sabu Raijua, Timor, dan Rote Ndao," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, kepada detikBali, Minggu (18/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sti menjelaskan banjir rob merupakan fenomena naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir. Banjir rob terjadi karena air laut pasang atau curah hujan tinggi yang menyebabkan daerah di sekitarnya tergenang.
Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut. Menurutnya, fenomena fase bulan baru pada 19 Januari 2026 juga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
"Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat dapat mempengaruhi dinamika pesisir di NTT berupa potensi banjir rob," jelas Sti.
Selain itu, sejumlah wilayah di NTT juga diprediksi terdampak Bibit Siklon Tropis 96S di selatan Jawa Timur dan Bibit Siklon Tropis 97S di Australia bagian utara yang bergerak ke arah barat. Bibit siklon ini berpotensi meningkat menjadi siklon tropis.
Sti menerangkan aktifnya gelombang Rosby dan Madden Julian Oscillation (MJO) turut meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT. "Waspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," pungkasnya.
(iws/iws)










































