detikBali

Penyakit Darah Pisang Turut Merebak di Lembata

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penyakit Darah Pisang Turut Merebak di Lembata


Sui Suadnyana, Yurgo Purab - detikBali

Penyakit pisang darah yang menyerang tanaman di Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Senin (25/5/2026). (Dok. Distan Pangan Lembata)
Foto: Penyakit pisang darah yang menyerang tanaman di Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Senin (25/5/2026). (Dok. Distan Pangan Lembata)
Lembata -

Penyakit darah pisang juga turut merebak di Desa Lamalela, Kecamatan Lebatukan, Lembata. Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Lembata, Muktar Hada.

Muktar mengungkapkan Distan Pangan Lembata awalnya menerima laporan soal tanaman pisang yang terserang penyakit di Desa Lamalela. Laporan itu kemudian diidentifikasi petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Lebatukan.

"Setelah diidentifikasi oleh petugas POPT Lebatukan, hasilnya diketahui hasilnya tanaman pisang telah terserang penyakit darah pisang," kata Muktar kepada detikBali, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muktar berharap ada dukungan sosialisasi terkait upaya penanganan penyakit darah pisang. Saat ini ia hanya memberikan imbauan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Diimbau kepada bapak ibu yang punya kebun pisang agar melakukan pencegahan dengan sanitasi kebun, eradikasi, pemotongan jantung pisang setelah sisir buah terakhir," pinta Muktar.

Muktar juga meminta para petani untuk melakukan sanitasi alat dengan membersihkan memakai disinfektan atau sabun. Jika ada pembeli pisang dari luar, diupayakan agar memakai alat milik petani. Petani juga diminta mamafaatkan agen hayati Trichoderma sp.

Muktar mengatakan darah pisang adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia syzygii subsp. celebesensis. Gejala serangan penyakit itu adalah daun pisang menguning, pangkal daun patah, daun menggantung di sekitar batan dan mengering.

"Anakan tanaman pisang menunjukkan gejala layu, jantung pisang tampak mengering, dan mengerut serta menghitam. Jika batang dipotong, tampak nekrosis yang berwarna cokelat kemerahan dan keluar lendir yang berwarna putih sampai cokelat kemerahan," beber Muktar.

Sebagaimana diketahui, penyakit darah pisang tak hanya menyerang Lembata. Penyakit tumbuhan ini juga menyerang pisang di Flores Timur. Sedikitnya tiga desa di Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, yang terdampak akibat penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tersebut.




(hsa/hsa)










Hide Ads