Pencarian pelajar tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dihentikan setelah tujuh operasi SAR. Korban bernama Armendo W Jeferson (14) dinyatakan hilang dan keberadaannya tak ditemukan.
"Operasi SAR resmi ditutup pada hari ini pukul 13.00 Wita dan korban dinyatakan hilang," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere Fathur Rahman, Sabtu (17/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai aturan, operasi SAR hanya berlangsung selama tujuh hari. Masa pencarian dapat diperpanjang jika ada tanda-tanda korban ditemukan. Sementara hingga hari ketujuh pencarian Armendo, tak ada tanda-tanda pelajar tersebut ditemukan sehingga operasi SAR pun ditutup.
Fathur menjelaskan tim SAR tetap tetap melakukan pemantauan meski masa pencarian telah berakhir. Ia menegaskan operasi SAR akan dibuka lagi jika ada tanda-tanda korban ditemukan.
"Operasi SAR akan dibuka kembali apabila ditemukan adanya tanda-tanda korban ditemukan," ujar Fathur.
Selama tujuh hari terakhir, tim SAR gabungan melakukan penyelaman di kolam tempat korban pertama kali melompat dan hilang. Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di pinggir sungai sekitar lokasi kejadian.
Menurut Fathur, proses pencarian korban juga sempat terkendala cuaca buruk. Hujan lebat terus mengguyur daerah tersebut menyebabkan debit air tinggi. Selain itu, kondisi air juga keruh sehingga jarak pandang penyelam.
Diketahui, Armendo tenggelam saat berenang di Air Terjun Tiwu Pai bersama 11 rekannya pada 11 Januari lalu. Siswa kelas 8 SMP Fransiskus Xaverius Ruteng itu diduga terseret arus di kolam air terjun tersebut.
Tiwu Pai menjadi salah satu destinasi wisata alam yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Objek wisata itu dikenal luas sejak tahun lalu setelah foto dan video-video keindahan alamnya ramai beredar di media sosial. Danau dan air terjun menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.
(iws/iws)