Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memperpanjang penutupan sementara layanan wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo akibat cuaca buruk. Penutupan sementara TN Komodo berlangsung hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo membuka kembali aktivitas pelayaran kapal wisata.
Adapun KSOP Labuan Bajo memperpanjang penutupan pelayaran kapal wisata akibat cuaca buruk hingga 20 Januari atau saat cuaca kembali membaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ikut KSOP. Sampai KSOP izinkan kapal wisata berlayar," kata Kepala BTNK, Hendrikus Rani Siga, Senin (12/1/2026) malam.
Pria yang disapa Hengki ini meminta pelaku pariwisata hingga wisatawan untuk mematuhi pengumuman BTNK tersebut. Ia minta semua pihak untuk mengutamakan keselamatan.
"Seluruh pelaku usaha pariwisata, nakhoda, pemandu wisata, dan pengunjung wajib mengutamakan keselamatan serta mematuhi ketentuan dan arahan ini," tegas Hengki.
Sebelumnya, BTNK melakukan penutupan sementara wisata alam TN Komodo pada 12-15 Januari 2026 atau sampai cuaca kembali membaik.
Penutupan sementara ini karena ada potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Maritim (Stamar) Tenau Kupang pada 11 Januari 2026.
Selain itu mempertimbangkan Maklumat Pelayaran KSOP Kelas III Labuan Bajo tanggal 12 Januari 2026 tentang peringatan potensi cuaca ekstrem.
Pada periode yang sama, KSOP Labuan Bajo juga menutup total pelayaran kapal wisata termasuk ke TN Komodo. KSOP Labuan Bajo kemudian memperpanjang larangan kapal wisata berlayar itu hingga 20 Januari mendatang atau hingga cuaca kembali membaik sesuai prakiraan BMKG.
(nor/nor)










































