SPAM Mandalika Resmi Dikelola Perumdam Tiara, Nilai Aset Rp 170 Miliar

SPAM Mandalika Resmi Dikelola Perumdam Tiara, Nilai Aset Rp 170 Miliar

Edy Suryansyah - detikBali
Kamis, 28 Agu 2025 21:17 WIB
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di SPAM Mandalika, Dusun Pengengat, Desa Dadap, Kecamatan Pujut, Kamis (28/8/2025). (Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di SPAM Mandalika, Dusun Pengengat, Desa Dadap, Kecamatan Pujut, Kamis (28/8/2025). (Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerahkan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara). Aset senilai Rp 170 miliar itu meliputi fasilitas pengambilan air baku, jaringan transmisi, bangunan dan mesin boster, fasilitas pengolahan air bersih, serta pipa distribusi air bersih.

"Ini selanjutnya akan diolah sedemikian rupa sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan didistribusikan ke Songgong ke Mandalika," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri kepada awak media seusai serah terima pengelolaan SPAM Mandalika di Dusun Pengengat, Desa Dadap, Kecamatan Pujut, Kamis (28/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pathul mengatakan SPAM Mandalika ini mempunyai dua mesin penggerak air yang dapat mengambil dan mengolah lalu kemudian mendistribusikan ke pelanggan. Mesin tersebut digerakkan menuju titik di Bandara Internasional Mandalika yang akan mendorong ke SPAM Mandalika dan didistribusikan ke Songgong.

"Dan dari Songgong ke Mandalika," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Pathul menjelaskan bahwa saat ini tugas pemerintah daerah adalah membangun 2.000 sambungan rumah (SR) yang ditargetkan rampung 2026. Tujuannya agar bisa mendistribusikan ke rumah warga sekitar Mandalika.

Berdasarkan hasil perhitungan, Pathul menyebut SR itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar sampai seluruh pelanggan ter-cover.

"Setelah itu, ITDC tentu akan komunikasi dengan Perumdam Tiara dan kebutuhan hotel yang di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika itu sudah siap dan tersedia," tegasnya.

Menurutnya, keberadaan SPAM Mandalika sangat berdampak bagi peningkatan investasi di Mandalika. Ia menyebut kerisauan pertama yang dialami oleh para pengusaha saat ini adalah kesulitan mendapatkan air bersih selain menggunakan sumur bor dan penyulingan air laut menjadi air tawar atau desalinasi.

"Ketika orang sudah melihat ada air dan lainnya maka investor ini akan tertarik untuk mulai membangun. Sekarang PR kami bagaimana cara hotel-hotel sementara ini menggunakan air bawah tanah atau air sumur bor. Makanya ada SPAM ini agar tidak menggunakan sumur bor dan RO lagi," ujarnya.

Sementara, Direktur Utama Perumdam Tiara Lombok Tengah, Bambang Supratomo, menyambut baik hal tersebut. Ia menyebut dengan adanya serah terima itu, praktis pengelolaan dan pengoperasian SPAM Mandalika itu menjadi aset perusahaan.

"Ini kan sudah diserahkan kepada kami. Sekarang tugas kami untuk mengoperasikan ini dengan baik supaya masyarakat dapat menikmati air bersih," katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Lombok Tengah akan menambah 2.000 SR, sementara pihaknya menargetkan tambahan 1.000 SR. Saat ini sudah tersedia 2.000 SR dari Kementerian PUPR.

"Kami akan segera mengoperasikan kepada masyarakat secara bertahap. Bahkan kami juga sudah uji coba, dan beberapa desa sudah bisa menikmati air ini," tegasnya.




(nor/nor)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads