Staf Bawaslu Lombok Tengah Dinonaktifkan Usai Curi HP WNA Austria

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 23 Sep 2022 20:00 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi (Foto: agung pambudhy)
Lombok Tengah -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah, NTB menonaktifkan salah satu stafnya inisial LRR yang ditangkap polisi lantaran mencuri handphone (HP) milik warga negara asing (WNA) asal Austria bernama Michael Fasit. Pencurian tersebut terjadi pada Rabu (14/9/2022).

"Kami sudah bersurat ke Bawaslu Provinsi NTB untuk pengajuan penonaktifan pelaku inisial LRR (28) ini," kata Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Lombok Tengah, Usman Faesal kepada detikBali, Jumat malam (23/9/2022).

Usman mengaku pihaknya telah menerima informasi tentang penangkapan terhadap LRR yang bekerja sebagai staf humas di Bawaslu Lombok Tengah pada Kamis (22/9/2022). Pihak Bawaslu Lombok Tengah pun telah mendatangi Polres Lombok Tengah untuk memastikan kebenaran informasi soal penangkapan pelaku LRR.


"Kami tahunya kan kemarin. Kemarin langsung saya kroscek di Polres dan ternyata betul itu staf kami di Bawaslu," kata Usman.

Menurut Usman, sehari-hari LRR termasuk staf yang rajin. Meski begitu, Usman menegaskan status kepegawaian LRR yang berasal dari Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, itu berstatus non aktif lantaran kasus yang menjeratnya.

"Kalau kinerja pelaku ini lumayan selama di Bawaslu menjadi staf di humas. Tidak terlalu malas. Dia kan termasuk staf yang mudah diperintah," pungkas Usman.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah Iptu Redho Rizky Pratama membenarkan terduga pelaku pencurian handphone milik WNA Austria itu dilakukan oleh seorang staf Bawaslu Lombok Tengah inisial LRR. LRR diduga mengambil HP jenis iPhone 11 Promax ketika korban memarkir kendaraannya di salah satu minimarket di Kota Praya.

"Korban ini sedang belanja di Alfamart untuk membeli barang. Saat itu LRR melihat HP korban yang ditaruh di kantong motor, langsung diambil," kata Iptu Redho.

Atas kejadian tersebut, korban asal Kota Hartberg, Austria yang sedang berlibur ke Pulau Lombok itu mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta. Sementara itu, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.



Simak Video "Komisi II Minta Bawaslu Bedakan Money Politics dan Uang Transport Timses"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)