Staf Bawaslu Lombok Tengah Curi HP Bule Austria, Sempat Minta Tebusan

Staf Bawaslu Lombok Tengah Curi HP Bule Austria, Sempat Minta Tebusan

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 23 Sep 2022 17:07 WIB
poster
Ilustrasi pencurian. Foto: Edi Wahyono
Lombok Tengah -

Handphone milik wisatawan asal Kota Hartberg, Austria Michael Fasit dicuri pria asal Praya Lombok Tengah inisial LRR. Terduga pelaku LRR berhasil menggondol handphone (HP) korban saat berbelanja di salah satu Alfamart di kawasan Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Barat NTB.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah Iptu Redho Rizky Pratama mengatakan bahwa benar terduga pelaku pencurian HP milik WNA Austria itu dilakukan oleh salah satu staf yang bekerja di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah inisial LRR.

"Pelaku mencuri handphone korban itu Rabu (14/9/2022) lalu. Pelaku sudah kita amankan bersama barang bukti," kata Iptu Redho kepada detikBali, Jumat sore (23/9/2022) via WhatsApp.


Ada pun kronologi terduga pelaku LRR mengambil handphone jenis iPhone 11 Promax tersebut ketika korban memarkir kendaraannya di salah satu Alfamart Kota Praya. Melihat handphone korban berada di dalam kantong kendaraan, terduga pelaku yang berada di lokasi pun mengambil handphone milik korban.

"Jadi korban ini sedang belanja di Alfamart untuk membeli barang. Saat itu kemudian LRR melihat HP korban yang ditaruh di kantong motor langsung diambil," jelasnya.

Berselang beberapa hari setelah kejadian, korban yang tidak menerima HP miliknya hilang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah. Tak butuh waktu lama, terduga pelaku pun berhasil diamankan bersama barang bukti pada Rabu (21/9/2022) kemarin.

"Sudah kita amankan dengan barang bukti milik korban," ujar Redho.

Menurut pengakuan korban saat melapor kejadian tersebut, terduga pelaku LRR pun sempat meminta uang tebusan ke korban. Korban diminta tebusan sebesar Rp 2 juta.

"Pelaku sempat menelpon korban dengan alasan menemukan handphone korban kemudian meminta tebusan sejumlah uang," ungkap Redho.

Atas peristiwa tersebut korban asal Kota Hartberg, Austria yang berlibur ke pulau Lombok itu pun mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta. Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

"Pelaku sudah kita tetapkan tersangka. Kita ancam pasal 362 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," pungkas Redho.



Simak Video "Kecoh Petugas, Bule di Bali Ngutil Obat di Apotek"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)