Pengedar di Lombok Dibekuk Polisi Usai Ambil Sabu dari Sumatera

Pengedar di Lombok Dibekuk Polisi Usai Ambil Sabu dari Sumatera

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 22 Sep 2022 19:19 WIB
Pengedar asal Kecamatan Kediri, Lombok Barat, NTB, inisial RF dibekuk polisi, Kamis (22/9/2022).
Pengedar asal Kecamatan Kediri, Lombok Barat, NTB, inisial RF dibekuk polisi, Kamis (22/9/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Mataram -

Pengedar narkotika jenis sabu asal Desa Kedir,i Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB, insial RF diringkus polisi, di Jalan Islahuddiny Kecamatan Kediri, 14 September 2022 kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, pelaku dibekuk polisi saat membawa sabu di wilayah Kecamatan Kediri. Saat itu pelaku baru pulang dari Sumatera menggunakan jalur darat.

"Pelaku ini ternyata ambil sabu di daerah Sumatera. Kemudian mau dibawa ke Mataram untuk diedarkan," kata Artanto, Kamis (22/9/2022), saat konferensi pers di Mapolda NTB.


Menurut Artanto, RF membawa sabu seberat 230,50 gram atau 2,3 ons dibungkus lima klip bening. Selain itu, pelaku juga membawa 88 butir pil ekstasi siap edar.

"Juga ditemukan sejumlah uang di dalam dompet pelaku senilai Rp 1,85 juta," kata Artanto.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Pol Deddy Supriadi mengatakan, setelah dilakukan pengembangan di tempat rekannya, rusunawa (rumah susun sewa) Kelurahan Mandalika, polisi menemukan dua rekan pelaku inisial I dan A. Dua rekan RF tersebut berstatus saksi dan pemakai, sedang rehabilitasi di BNN NTB.

"Setelah kami dalami, I adalah pengguna dan A sebagai pemilik kamar di rusunawa, pengguna juga. Pelaku I dan RF ini rupanya sempat numpang make saat itu di rusunawa," katanya.

Selain itu, dari hasil interogasi, pengedar RF merupakan residivis narkotika tahun 2018 lalu. Pria asal Desa Kediri itu sempat menjalani hukuman dua tahun penjara dengan kasus serupa.

"Sabu yang dia bawa dari daerah Sumatera ini belum sempat diedarkan. Rencana akan diedarkan di Kota Mataram," kata Deddy.

Kini pelaku RF diamankan di Mapolda NTB. Pelaku diancam pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) undang-undang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.



Simak Video "Perjalanan Panjang Amaq Sinta Melawan Begal"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)