Pembunuhan Guru TK

Usai Habisi Nyawa Guru TK, Pelaku Sempat Datangi Ustad di Ngawi

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 13:52 WIB
Sulyadi (41) tersangka pembunuhan sadis terhadap guru TK di Mataram usai diamankan polisi, Jumat (12/8/2022)
Sulyadi (41) tersangka pembunuhan sadis terhadap guru TK di Mataram usai diamankan polisi, Jumat (12/8/2022) (Foto: Ahmad Viqi)
Mataram -

Kasus pembunuhan sadis terhadap Haerani alias Rani (29), guru TK di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5 Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, NTB pada Jumat (29/7/2022) lalu sudah terungkap.

Atas kasus ini, polisi juga telah mengamankan tersangka, Sulyadi (41) seorang mandor proyek.

Sebelum akhirnya tertangkap, dari hasil penyidikan terbaru, tersangka pembunuhan guru TK di Mataram Sulyadi (41) yang berdomisili di Lingkungan Taman Kapitan Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan Kota Mataram sempat kabur dan mendatangi rumah salah satu ustad.


Sulyadi kabur dari Mataram, NTB ke Ngawi, Jawa Timur sesaat setelah menghabisi nyawa korban Haerani alias Rani (29) secara sadis di kamar mandi korban.

Ia jauh dari Mataram ke Ngawi untuk minta petunjuk.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan bahwa pelaku sengaja kabur membawa handphone korban Rani alias Haerani (29) dengan niat menghilangkan jejaknya.

"Jadi pelaku memang kabur sinkron dengan apa yang kita temukan di kediaman korban. Pelaku membawa properti korban, handphone iPhone dan dititip ke temannya. Dan rumah korban dalam keadaan kosong," kata Kadek, Jumat (12/8/2022).

Setelah berhasil membunuh korban, pelaku kemudian memesan ojek menuju Pelabuhan Lembar. Pelaku rupanya kabur dengan menyebrang menuju Padangbai Bali menumpang truk ekspedisi ke Bali dan singgah di kediaman keluarga di Kecamatan Mendoyo, Kebupaten Jembrana, Bali.

"Pelaku sempat pulang sebentar kemudian berangkat ke Bali naik truk kemudian ke Pasuruan dan singgah di Desa Gerih Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Jawa Timur," kata Kadek.

Setelah tiba di Desa Gerih, Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Jawa Timur, pelaku sempat bertemu salah satu ustad untuk meminta petunjuk mengaku sedang dalam masalah.

Di mana pelaku menyampaikan keluh kesahnya dan menyampaikan sedang dalam masalah serius.

"Si ustad ini merekomendasikan temannya yang saat ini sedang membuat bangunan di Desa Gerih. Di sana dia ditawarkan bekerja bangunan," kata Kadek.

Pada saat tim Puma Polresta Mataram berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di Desa Gerih, pelaku pun sempat akan melarikan diri sebelum berhasil diamankan tanpa perlawanan.



Simak Video "Demo Protes Harga BBM di Mataram Ricuh, Mahasiswa Bakar Keranda"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)