Susi Pudjiastuti Soroti Kenaikan Tiket TN Komodo

Tim detikTravel - detikBali
Jumat, 05 Agu 2022 07:51 WIB
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti, Foto: tiket.com
Manggarai Barat -

Kenaikan tiket masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo mendapat sorotan dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi Pudjiastuti turut mempertanyakan alasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menaikkan tarif TN Komodo.

"dear Pak Sandi, why again such ignorance decision taking place again ?? why the basic common sense on Pricing over people livelyhood never get recognition ?? why ?? Borobudur Rp 750.000 was alot of money .. and this Rp 3.750.000 ?? why ? why ? why ?" cuit Susi dalam akun Twitter-nya pada 3 Agustus 2022.

Dikutip dari detikTravel, Jumat (5/8/2022), Susi mempertanyakan alasan Sandiaga menaikkan tarif ke Pulau Komodo dan Pulau Padar yang mengulang kesalahan saat mengumumkan tarif mahal mendaki Candi Borobudur. Susi menilai keputusan itu sama-sama tidak masuk akal.






Sama seperti kenaikan harga tiket mendaki Candi Borobudur, tiket ke Pulau Komodo dan Pulau Padar juga terkesan buru-buru. Sebagai gambaran, tiket baru Komodo diumumkan melalui media pada 29 Juli, tetapi Menteri Sandiaga menyebut belum ada koordinasi di tingkat menteri pada 1 Juli.

Penerapan tiket ke Taman Nasional Komodo akan digunakan untuk upaya konservasi meliputi manajemen kunjungan, pengelolaan sampah, pemulihan terumbu karang yang rusak, pemberdayaan masyarakat lokal, optimalisasi pengawasan dan pengamanan kawasan yaitu terkait perburuan liar, pemancingan ilegal, penggunaan pukat harimau dan overfishing, serta berbagai isu dan permasalahan lain di kawasan yang mengancam habitat komodo dan ekosistem di dalamnya.

Susi mencuitkan kalimat itu sebagai balasan unggahan Sandiaga soal tarif baru ke Pulau Komodo dan Pulau Padar.

"Teruntuk teman-teman pelaku pariwisata & ekonomi kreatif khususnya wilayah Manggarai Barat, NTT, mari kita duduk bersama, berdialog cari solusi terkait hal ini," cuit Sandi.

Dalam cuit lanjutannya, Sandi menyebut kenaikan harga di Taman Nasional Komodo menjadi upaya untuk melestarikan habitat asli Komodo yang wajib dijaga. Dia juga bilang kalau Nusa Tenggara Timur (NTT) masih punya alternatif destinasi wisata untuk melihat langsung Komodo, yaitu Pulau Rinca yang harga tiket masuknya tidak ada kenaikan sama sekali.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)