detikBali

Viral King Kobra 3,2 Meter Nyaris Serang Lansia di Tabanan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Viral King Kobra 3,2 Meter Nyaris Serang Lansia di Tabanan


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Proses evakuasi ular king kobra sepanjang 3,2 meter di salah satu rumah warga di Banjar Pengreregan Kelod, Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, Jumat (24/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Proses evakuasi ular king kobra sepanjang 3,2 meter di salah satu rumah warga di Banjar Pengreregan Kelod, Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, Jumat (24/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Tabanan -

Seekor ular king kobra menyelinap ke rumah seorang warga lanjut usia (lansia) di Banjar Pengreregan Kelod, Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Video satwa melata sepanjang 3,2 meter yang nyaris menyerang seorang nenek itu viral di media sosial.

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan (RAT), Ni Putu Astridayanti, mengungkapkan ular tersebut datang saat sang nenek sedang duduk di area dapur rumahnya pada Jumat (24/7). Sontak, nenek itu langsung berteriak begitu menyadari ular berbisa tersebut melintas di dekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian tersebut secara tidak sengaja terekam kamera CCTV milik tetangga yang mengarah ke dapur rumah korban," ujar Astridayanti saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Astridayanti, warga setempat juga sempat mendatangi rumah lansia itu. Rekaman CCTV memperlihatkan ular tersebut melintas di dalam rumah sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim dari Yayasan Reptil Asih Tabanan.

ADVERTISEMENT

"Mendengar teriakan korban, tetangga segera datang memberikan bantuan dan langsung menghubungi Yayasan Reptil Asih Tabanan untuk melakukan evakuasi ular," imbuhnya.

Astridayanti mengatakan ular yang dievakuasi merupakan kobra jantan dengan panjang sekitar 3,2 meter. Ia menduga kemunculan ular ke permukiman warga itu berkaitan dengan musim kawin.

"Kemungkinan ular masuk ke rumah warga karena saat ini sedang musim kawin," kata Astrid.

Diketahui, lansia itu tinggal seorang diri di rumah tersebut karena seluruh anaknya bekerja di Denpasar. Astrid mengimbau warga agar lebih waspada terhadap kemunculan satwa liar seperti ular berbisa, terutama pada musim kawin.

"Kami mengimbau kepada warga agar tidak mencoba menangkap ular sendiri dan segera menghubungi petugas atau komunitas penyelamat satwa apabila menemukan ular masuk ke permukiman," pungkasnya.



(iws/iws)











Hide Ads