detikBali

Laris Manis Kudapan Jaje Bali Khas Karangasem di Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Laris Manis Kudapan Jaje Bali Khas Karangasem di Denpasar


Sui Suadnyana, Firizqi Irwan - detikBali

Nur Hayati (45), penjual jajanan Bali khas Karangasem, melayani pembeli di lapak jualannya, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Sabtu (25/7/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Foto: Nur Hayati (45), penjual jajanan Bali khas Karangasem, melayani pembeli di lapak jualannya, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Sabtu (25/7/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Di tengah banyaknya kuliner di Denpasar, kudapan tradisional Bali tetap mencuri perhatian. Buktinya, jaje Bali khas Karangasem yang ditawarkan Nur Hayati (45) di Jalan Raya Puputan, Denpasar, laris manis diserbu pembeli.

Perempuan yang akrab disapa Bu Dayat itu membuka lapak jualannya sejak pukul 06.30 Wita. Pantauan detikBali, pembeli tampak sudah mengantri sejak lapak baru dibuka. Setiap pembeli diberikan nomor antrean agar tidak saling serobot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada belasan macam jaje Bali yang dijual oleh perempuan asal Kampung Lebah Sari, Desa Bangaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem itu. Aneka jajanan itu seperti pisang rai, laklak, lupis, ketan hitam, klaudan, lempog hitam-coklat-kuning, cenil, jaje labu hingga orog-orog khas Karangasem.

"Ada 13 macam (jaje Bali). Masing-masing harganya seribuan. Kalau campur bisa Rp 10 ribu. Orog-orog jadi ciri khasnya, tetapi karena bahan bakunya sulit didapat, jadi jarang dijualnya," ujar Nur kepada detikBali, Sabtu (25/7/2026).

ADVERTISEMENT
Aneka kudapan tradisional Bali khas Karangasem yang dijual Nur Hayati (45) di Jalan Raya Puputan, Denpasar. (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)Foto: Aneka kudapan tradisional Bali khas Karangasem yang dijual Nur Hayati (45) di Jalan Raya Puputan, Denpasar. (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)

Nur menuturkan kudapan yang dijualnya merupakan menu-menu legendaris. Aneka jajanan itu bahkan sudah dijual oleh ibunya dahulu di Banjar Sanglah, Kelurahan Dauh Puri Klod, Denpasar. "Resep dan citarasa, saya jaga dari warisan ibu saya dahulu," ungkapnya.

Kunci dari aneka kudapan jaje Bali yang dijual Nur ada pada gula aren asli Karangasem. Jika persediaan gula aren habis, Nur lebih memilih menutup dagangannya dan pulang ke Karangasem untuk mencari bahan aslinya. "Sering saya libur demi memastikan gulanya tetap autentik," cetus Nur.

Selain gula aren, bahan untuk orog-orog yang berasal dari ubi kayu juga mesti Nur ambil langsung dari Karangasem untuk menjaga keasliannya. Menurut Nur, bahan untuk orog-orog sulit dicari dan pembuatannya cukup rumit sehingga tak bisa dijual saban hari.



(iws/iws)









Hide Ads