Keluarga Winda Lorenza, mantan istri polisi yang disebut meninggal dunia karena bunuh diri, mengungkap pengakuan korban semasa hidup. Lorenza disebut pernah mengaku 'dijual' oleh mantan suaminya, Imam, kepada atasannya yang saat itu disebut menjabat sebagai wakapolda.
Pengakuan keluarga tersebut disampaikan dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video itu, keluarga juga meminta publik tidak memberikan framing negatif terhadap Lorenza.
"Dia mulai hancur itu , sejak Imam (mantan suami/anggota Polisi) menjual ke atasannya, kalau tidak salah saat itu jabatannya wakapolda sekitar tahun 2020-2021," ujar pihak keluarga dalam video tersebut, dilansir dari detikSumut, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga menyebut Lorenza pernah mengaku dirinya 'dijual' oleh Imam kepada atasannya. Sosok atasan tersebut disebut kemudian pindah ke Jakarta dan kini menjabat sebagai kapolda di salah satu provinsi di Indonesia.
"Saya sudah dijual sama Imam, sama atasan saya yang jabatannya wakapolda. Tidak lama dia cerita itu, Bapak itu pindah ke Jakarta, kalau tidak salah jabatannya sekarang kapolda. Dan itu bukan sekali dua kali Imam ini menjual Loren," ucap orang yang ada di dalam video menirukan ucapan korban kepada keluarganya saat masih hidup.
Tak hanya itu, keluarga menyebut Lorenza juga pernah mengaku 'dijual' ke luar negeri oleh mantan suaminya.
"Loren ini juga pernah dijual ke luar negeri oleh Imam (mantan suaminya). Biar orang-orang jangan melakukan framing korban sebagai pelacur," ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihak kepolisian akan memeriksa pihak yang menyampaikan informasi tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan keluarga.
"Begini, itu keterangannya. Itu keterangan daripada yang bersangkutan. Maka kami akan melakukan pemeriksaan juga terhadap yang memberikan informasi," kata Ferry pada Kamis (3/9/2026).
Keluarga Sebut Ada Kejanggalan
Sebelumnya, Lorenza disebut meninggal dunia karena bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, Brigadir Imam (I). Peristiwa itu terjadi di rumah orang tua I di salah satu perumahan di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026).
Polisi menyebut Lorenza tewas karena bunuh diri. Hasil autopsi disebut menunjukkan luka tembak di bagian kepala dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Polisi juga menyebut tidak ditemukan residu peluru pada jari tangan Brigadir I.
Namun, keluarga tak percaya Lorenza tewas karena bunuh diri. Keluarga menduga korban tewas akibat dianiaya.
"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya," kata ayah korban, Sanalui Gowasa (56) saat diwawancarai di rumah duka di Kota Medan, Rabu (5/8).
Sanalui mengatakan keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban, termasuk bekas seperti cekikan di leher dan lebam pada bagian mata.
"Banyak kejanggalan. Dari hasil kita lihat, di sana ada (bekas) pencekikan leher dan mata lebam. Semua badannya agak kebiru-biruan. Seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu (korban) bunuh diri, merampas paksa pistol suaminya. Itu tidak benar," ujarnya.
(dpw/dpw)