detikBali

Mahasiswi Unram Diduga Dibunuh, Mantan Pacar Diperiksa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mahasiswi Unram Diduga Dibunuh, Mantan Pacar Diperiksa


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Dharma Yulia Putra.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra. (Foto: dok. Polres Lombok Timur)
Mataram -

Pengusutan dugaan pembunuhan mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR (21), terus berlanjut. Polisi telah memeriksa belasan saksi, salah satunya mantan pacar NDR.

"Hari ini ada pemeriksaan dua saksi. Saksi yang diperiksa itu rekan korban dan mantan pacarnya," ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia, Senin (25/5/2026).

Identitas mantan pacar NDR itu belum dirinci. Pemeriksaan terhadap para saksi juga masih berlanjut. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sebanyak 14 saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah memeriksa 14 saksi. kami masih melakukan pemanggilan yang belum diperiksa," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain memeriksa saksi, penyidik juga mengirim sejumlah sampel yang ditemukan dalam kasus tewasnya mahasiswi asal Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa, NTB, itu ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

"Kami telah memeriksa untuk menguji beberapa sampel ke Puslabfor Mabes Polri yang ada di Jakarta. Ada beberapa yang sudah kami dapatkan untuk menguji sample ke Puslabfor Mabes Polri," ujarnya.

Korban ditemukan tewas di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, NTB, pada Minggu (17/5) malam. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari sehari.

"Korban meninggal estimasi dua sampai tiga hari," ujarnya.

Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, sebelumnya mengatakan korban pertama kali ditemukan tewas oleh temannya yang datang ke kos korban.

"Teman korban merasa curiga, korban tidak bisa dihubungi," kata Iptu Zulharman Lutfi, Senin (18/5).

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat menghubunginya pada Sabtu (16/5) dini hari. Saat itu, saksi masih berada di Jakarta dalam perjalanan menuju Lombok.

Setelah tiba di Lombok pada Minggu (17/5) sore, saksi kembali menghubungi korban. Namun, telepon korban sudah tidak aktif. Malam harinya, saksi bersama sepupunya mendatangi kos korban.

"Saat tiba di lokasi, kamar korban dalam keadaan gelap," ungkapnya.

Saksi beberapa kali mengetuk pintu kamar korban. Namun, tidak ada respons. Motor korban juga tidak berada di kos.

"Saksi sempat mengira korban sedang keluar, karena motor korban tidak terlihat di kos itu," sebutnya.

Karena curiga, saksi sempat meninggalkan lokasi, lalu kembali ke kos korban bersama beberapa temannya untuk memastikan kondisi korban.

"Saat mengintip melalui ventilasi kamar menggunakan senter, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan mencium bau tidak sedap dari dalam kamar," katanya.




(dpw/dpw)










Hide Ads