detikBali

Brigadir Rizka Ternyata Pernah Ingin Cerai dengan Esco

Terpopuler Koleksi Pilihan

Brigadir Rizka Ternyata Pernah Ingin Cerai dengan Esco


Sui Suadnyana, Abdurrasyid Efendi - detikBali

Ayah Brigadir Esco Faska Rely dihadirkan sebagai saksi kasus pembunuhan terhadap anaknya di PN Mataram, Selasa (31/3/2026). (Foto: Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Foto: Ayah Brigadir Esco Faska Rely dihadirkan sebagai saksi kasus pembunuhan terhadap anaknya di PN Mataram, Selasa (31/3/2026). (Foto: Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Mataram -

Brigadir Rizka Sintiyani ternyata pernah ingin bercerai dengan suaminya, Brigadir Esco Faska Rely. Rizka kini menjadi salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap suaminya itu.

Keinginan Rizka untuk pisah ranjang diungkap oleh Samsul Herawadi, ayah Brigadir Esco, dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Selasa (31/3/2026). Walhasil, Samsul adalah mertua dari Brigadir Rizka.

"Si Rizka pernah dia bilang mau pisah (cerai)," kata Samsul Herawadi saat memberikan kesaksian, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Rizka sempat ingin pisah dari Esco karena merasa bosan. Namun, Samsul tidak pernah menanyakan alasan Rizka bosan menjalin bahtera rumah tangga bersama Esco. Samsul hanya menduga kebosanan itu tidak jauh dari permasalahan ekonomi.

ADVERTISEMENT

"Nggak pernah sih kami nanya (penyebab bosan). Cuman, kendala permasalahan uang sudah. Yang namanya hidup, ya namanya utang, ada saja kan," ungkap Samsul.

Samsul memilih untuk tidak ikut campur dengan permasalahan rumah tangga anaknya. Ia hanya memberikan saran saja. Baginya, persoalan utang piutang dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar.

"Yang namanya utang piutang dalam rumah tangga, wajar kan. Tetapi, tidak serta-merta kita hadapi masalah langsung minta pisah. Kalau permasalahan ekonomi, kan dia punya gaji keduanya. Makanya kalau masalah ekonomi, nggak layak juga begitu kan," ungkap Samsul.

"Saya kasih saran untuk lihat anak-anaknya. Kalau urusan masalah apa, tidak ikut campurlah masalah rumah tangga (Esco dan Rizka). Mereka sudah dewasalah," imbuh Samsul.

Sebagaimana diketahui, Brigadir Esco ditemukan tewas mengenaskan di kebun belakang rumahnya, di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat pada 24 Agustus 2025. Mayat anggota Intel Polsek Sekotong itu pertama kali ditemukan Saiun dalam kondisi membusuk, wajah rusak, dengan leher terikat tali di bawah pohon.

Penemuan mayat itu awalnya diduga akibat gantung diri. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, Polres Lombok Barat akhirnya menetapkan lima orang tersangka.

Selain Rizka, ada empat lain yang kini menjadi terdakwa, yakni Siaun, Nuraini, Paozi dan Dani Rifkan. Rizka menjadi orang pertama yang ditetapkan tersangka.




(iws/iws)










Hide Ads