Jambret Mahasiswi di Benoa, Penjaga Vila-Pembantu Rumah Tangga Didor

Jambret Mahasiswi di Benoa, Penjaga Vila-Pembantu Rumah Tangga Didor

Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Jumat, 21 Okt 2022 20:53 WIB
Dua tersangka jambret mahasiswi di Benoa, Kuta Selatan Badung usai ditangkap polisi di Mapolresta Denpasar
Dua tersangka jambret mahasiswi di Benoa, Kuta Selatan Badung usai ditangkap polisi di Mapolresta Denpasar. (Foto: I Wayan Sui Suadnyana)
Denpasar -

Seorang penjaga vila di kawasan Kuta, Septian Syah Wijaya (33), dan seorang pembantu rumah tangga bernama Jefri Arisandi (23) ditangkap dan didor karena melakukan aksi jambret.

Kedua pelaku ditembak kakinya oleh tim Satreskrim Polresta Denpasar karena merampas tas milik mahasiswi di jalan raya depan Lapangan Lagoon, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat saat konferensi pers di kantornya, Jumat (21/10/2022) menjelaskan, kronologi aksi penjambretan ini berawal saat korban Elysia Safitri Anis Handayani (22) tinggal di Jalan Setra Gandamayu, Lingkungan Tangkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, melintas di Jalan Raya depan Lapangan Lagoon, Sabtu (24/9/2022) sekitar pukul 00.30 WITA.


Korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang pria tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

Kedua pria tersebut kemudian menarik tas selempang warna cokelat yang berisikan barang-barang milik korban hingga terputus.

Usai menarik tas korban yang di dalamnya berisi barang-barang milik korban seperti ponsel merek Xiaomi Redmi 8, power bank, kartu tanda penduduk (KTP), kartu ATM BNI, kabel charger ponsel dan surat tanda kendaraan bermotor (STNK), kedua pelaku langsung membawa kabur.

"Pelaku kabur meninggalkan korban dan korban sempat mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong," jelas Mikael.

Imbuh Mikael, saat korban berusaha mengejar pelaku, pelaku sempat menunjukkan pisau yang dibawa oleh pelaku kepada korban sehingga korban takut dan berbalik dan tidak melanjutkan pengejaran dan melapor ke polisi.

Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

Menurut Mikael, kedua pelaku ditangkap di wilayah Jalan Taman Griya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Namun karena sempat melakukan perlawanan saat diamankan, anggota dari sehingga tim opsnal Satreskrim Polresta Denpasar melakukan tindakan tegas dan terukur.

"Selain mengamankan tersangka, barang bukti ponsel, senjata tajam yang dipakai untuk menodong pelaku, sepeda motor, dan helm pelaku juga kami amankan untuk kepentingan penyidikan,"ungkap Mikael.

Sementara usai diamankan, dari hasil interogasi terungkap, kedua pelaku merupakan residivis.

Pelaku Septian Syah Wijaya kata Mikael bekerja sebagai penjaga vila di wilayah Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Sebelum kembali dibui karena kasus jambret, Septian juga pernah ditangkap atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada 2015 di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) dan diganjar dengan hukuman enam tahun enam bulan penjara.

Sedangkan Pelaku Jefri Arisandi menurut Mikael bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pernah ditangkap atas kasus ppencurian di Kalimantan Barat pada 2019 dan pernah dihukum selama enam bulan penjara.

Kini atas perbuatannya, selain ditahan, kedua tersangka juga dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana paling lama sembilan tahun penjara.



Simak Video "3 Bocah di Gresik Menangis Dikira Diculik, Ternyata HP-nya Dirampas"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)