Pembunuhan Guru TK

Bantah Kehamilan Mendiang Rani, Keluarga Korban Pembunuhan: Fitnah!

Ahmad Viqi - detikBali
Senin, 15 Agu 2022 13:52 WIB
Sulyadi pelaku pembunuhan guru TK di Mataram saat menjalani penyidikan di kepolisian
Sulyadi, pelaku pembunuhan guru TK di Mataram saat menjalani penyidikan di kepolisian (Foto: Ahmad Viqi)
Mataram -

Dugaan pihak kepolisian dan pengakuan pelaku terkait kondisi mendiang Haerani alias Rani (29) guru TK yang tewas di tangan mandor bangunan Sulyadi (41) sudah berbadan dua menuai bantahan pihak keluarga.

Seperti diungkap Mahyudi (34), pria yang juga kakak sepupu mendiang Rani ini menampik terkait kabar miring yang ditujukan pada adik sepupunya.

Menurut Yudi sapaan Mahyudi, apa yang dituduhkan pelaku Sulyadi tentang kondisi Rani sebelum tewas justru dinilai sebagai fitnah dan membuat pihak keluarga korban makin terpuruk.


"Intinya apa yang dituduhkan pada adik kami (mendiang Haerani) membuat kami sangat syok. Sebelum ada bukti tolonglah jangan membuat kami keluarga semakin terpukul," pinta Yudi ketika ditemui detikBali di kediamannya di Jalan Segara Anak Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, NTB, Senin (15/8/2022).

Sementara terkait informasi kehidupan mendiang Rani selama tinggal di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5 Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, pihak keluarga belum berani memberikan keterangan lebih jauh.

"Itu dulu pernyataan kami dari keluarga. Karena kami belum bisa kasih keterangan yang lebih jauh ya. Mohon tolong maklumi kondisi keluarga," pinta Yudi bersama ibu kandung Rani, Nurmah (50).



Simak Video "Demo Protes Harga BBM di Mataram Ricuh, Mahasiswa Bakar Keranda"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)