Pengakuan Nyeleneh Ketua RT di NTB Ikut Pesta Sabu

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 12 Mei 2022 09:31 WIB
Ketua RT di Mataram mengaku mengkonsumsi sabu dihari Lebaran Ketupat sebagai obat Ambeien yang dia alaminya.
Ketua RT di Mataram mengaku mengkonsumsi sabu dihari Lebaran Ketupat sebagai obat Ambeien yang dia alaminya. (Foto: ist)
Mataram -

Oknum Ketua RT dibekuk setelah pesta sabu-sabu di Lingkungan Karang Bagu Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/5/2022).

Ketua RT di Lingkungan Kota Mataram, inisial LHF (47), mengaku sengaja mengkonsumsi sabu untuk obat Ambeien (kondisi meradang atau bengkaknya pembuluh darah vena di sekitar anus) bersama 4 warga Mataram lainnya.

Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Porusa Utama mengatakan tersangka LHF sengaja mengkonsumsi atau memakai narkotika jenis sabu untuk dijadikan obat Ambeien.


"Jadi dia mendapatkan informasi dari seorang yang dia kenal, bahwa sabu bisa dijadikan obat Ambeien," kata Yogi, Kamis (12/5/2022).

Dari keterangan LHF ujar Yogi dia mengaku mengalami penyakit Ambeien beberapa bulan lalu.

Namun, setelah mengkonsumsi sabu, rasa sakit di bagian anusnya berkurang.

"Maka sejak saat itu dia (LHF) ini selalu konsumsi sabu. Tapi, jarang-jarang," pungkas Yogi di Polresta Mataram.

Menurut Yogi, tim opsenal Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan LHF bersama 4 warga di Karang Bagu berdasarkan imformasi yang diterima dari masyarakat.

LHF pun dibekuk bersama keempat warga lainnya yang berada di lokasi tersebut saat perayaan Lebaran Ketupat 1443 hijriah bersama 4 pelaku inisial F (24), selaku pemilik rumah tempat pesta sabu, kemudian K (23) dan E (36) merupakan DPO Satresnarkoba Polresta Mataram.

"Kita juga amankan satu perempuan inisial MA (28) yang juga merupakan DPO narkotika di Polresta Mataram," kata Yogi.

Semua tersangka kini telah diamankan bersama barang bukti yang diamankan saat penggeledahan. Adapun barang bukti alat komunikasi, sisa sabu yang sempat dibuang ke kloset saat penggerebekan oleh salah satu tersangka.

"Kami juga amankan sejumlah uang tunai," ujarnya.

Untuk sementara pasal yang disangkakan kelima tersangka sabu diancam 114, 112 dan atau 127 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.



Simak Video "Perwira Polisi di Padang Ditangkap Saat Pesta Sabu"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)