Polisi Ungkap Motif WN Rusia di Badung Jual iPhone 12 Pro Max Bodong

Sui Suadnyana - detikBali
Jumat, 29 Apr 2022 11:05 WIB
Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari.
Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari. (Foto: Sui Suadnyana/detikBali)
Badung -

Pihak kepolisian mengungkap motif warga negara (WN) Rusia bernama Andrey Nikonov yang menjual ponsel iPhone 12 Pro Max bodong kepada warga lokal di Bali bernama Ida Bagus Eka Maha Putra (37). Polisi menyebut bahwa tindakan itu dilakukan karena motif ekonomi.

"(Dia melakukan penipuan karena) masalah ekonomi. Dia kan orang asing di sini," kata Kapolsek Kuta Utara Kompol Putu Diah Kurniawandari kepada jurnalis di Polres Badung, Jumat (29/4/2022).

Diah Kurniawandari mengatakan, pihaknya memang sempat mengamankan bule tersebut. Bule itu awalnya menjual ponsel dengan spesifikasi tertentu via online.


Ponsel tersebut kemudian dibeli oleh warga lokal kurang-lebih dengan harga Rp 3 juta, namun spesifikasinya tidak sesuai keinginan pembeli.

"Ya tidak sesuai dengan spek aslinya. Harganya tidak logis ternyata setelah dibeli tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh si korban itu. Mungkin kosong segala macam intinya tidak puas lah si korbannya ini," terang Diah Kurniawandari.

Karena spesifikasi ponsel tidak sesuai, korban akhirnya bermaksud untuk mengkonfirmasi kepada WN Rusia tersebut.

Korban kemudian memancing pelaku dengan berpura-pura membeli ponsel lagi dan akhirnya bertemu di sebuah lokasi.

"Nah dari sanalah mereka terjadi perdebatan argumentasi di sana. Nah dilihat oleh masyarakat kemudian ada keributan, kemudian bule itu diamankan, kemudian kita bawa ke Polsek (Kuta Utara)," ujarnya.

Setelah di Polsek, pelaku dan korban akhirnya dijelaskan duduk permasalahan yang terjadi. Bule Rusia itu akhirnya menyadari kesalahannya dan korban mau menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Oleh karena itu, polisi menyelesaikan kasus penipuan tersebut dengan keadilan restoratif atau restorative justice. Hal itu sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 08 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

"Jadi kita restorative justice sesuai dengan Perpol Nomor 8 tahun 2021 sehingga pada saat itu juga keesokan harinya mereka mau melaksanakan perdamaian," ungkap Diah Kurniawandari.

Restorative dilakukan keesokan harinya setelah bule itu diamankan. Sebab polisi tak bisa melakukan penahanan lebih dari 1x24 jam bila sudah ada perdamaian antara pelaku dengan korban.

"Besoknya (sudah dilakukan restorative justice) karena kita kan tidak bisa menahan lebih dari 1x24 jam statusnya kalau sudah ada perdamaian. Karena sudah ada perdamaian sehingga kita tidak lakukan perdamaian," kata dia.

Sebelum dilakukan keadilan restoratif, Diah Kurniawandari menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi tinggal bule tersebut. Seperti diketahui, bule tinggal di Red Dorz Jalan Raya Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Meski sudah mengecek, namun polisi tidak menemukan barang-barang yang bisa mengarahkan bule tersebut sebagai terduga yang memang berprofesi sebagai pelaku penipuan.

Diah Kurniawandari juga menegaskan, bahwa bule itu baru melakukan aksinya untuk pertama kali. Karena itu sejauh ini tidak ada korban lainnya.

"Iyaa (aksi dilakukan pertama kali), Tidak ada korban lainnya," tegas Diah Kurniawandari.



Simak Video "Jaksa Agung Sebut Restorative Justice Baru Menyasar Masyarakat Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)